uniquely architecture

Klenteng Talang, Cirebon

Posted on Updated on

image

Klenteng di Jl. Talang Cirebon ini dulunya adalah masjid yang berubah menjadi klenteng sekitar tahun 1450-1475, seiring dengan merosotnya kondisi masyarakat Tionghoa Muslim (Hanafi) di Cirebon, karena mereka terputus hubungannya dengan tanah Tiongkok. Cerita ini dituliskan di dalam buku pengantar bagi para pengunjung klenteng ini. Buku pengantar ini merupakan cuplikan dari buku “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara” yang ditulis Prof Dr Slamet Mulyana dan diterbitkan LKIS Yogyakarta.

Sebelum mengunjungi klenteng ini, kami berkunjung ke kediaman Sultan Kanoman. Beliau menceritakan bahwa ada sebuah klenteng yang dulunya adalah masjid di Jl. Talang. Dulunya menurut cerita-cerita lisan, terdapat inskripsi dua kalimat syahadat dalam bahasa arab namun dgn kaligrafi china di area mihrabnya. Menurut Bapak Lurah Kasepuhan, arah hadap klenteng ini juga berbeda. Biasanya klenteng menghadap utara atau selatan, namun klenteng ini menghadap ke timur. Beliau mengatakan, bila sempat berkunjung mungkin kami bisa melihat apakah benar kisah tersebut. Menurut Sultan Kanoman, sejarah semacam ini perlu diketahui generasi sesudahnya, bukan untuk dibenturkan satu sama lain, namun sebagai bagian dari perjalanan sejarah di Cirebon.

Sayangnya, ketika kami ke klenteng ini, area khas mihrab sudah tak bisa ditemukan. Hal ini wajar mengingat sangat tuanya usia bangunan ini dan telah mengalami berbagai renovasi dan alih fungsi. Ketika ditanyakan apakah ada kaligrafi di klenteng ini, juru kunci menunjukkan ukiran mirip motif mega mendung berwarna biru di bagian atas kolom-kolom dan menyebutkan, kemungkinan itulah kaligrafinya, namun ia sendiri tidak paham artinya…

Demikianlah, sejarah memberi pemahaman kepada kita bahwa Kaum Tionghoa Muslim pernah turut mengambil peranan yang besar dalam perkembangan Islam di nusantara…

image
Foto bareng Sultan Kanoman XII
Advertisements

Adzan Pitu

Posted on Updated on

Foto di bawah ini adalah foto yang diambil saat prosesi Adzan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan Cirebon, 14 Agustus 2015…

image

Adzan Pitu adalah sebutan untuk adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang muadzin secara bersama-sama sebelum sholat jumat diselenggarakan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kraton Kasepuhan Cirebon…

Dahulu, pada zaman Sunan Gunung Jati, konon masjid ini pernah diserang ilmu hitam oleh orang2 yang tak suka pada perkembangan Islam di Cirebon… Setiap orang yang masuk ke masjid diserang dan meninggal dunia. Untuk mengalahkan Menjangan Wulung -sebutan untuk ilmu hitam- itu dikumandangkanlah adzan… Menjangan wulung, konon, baru bisa dikalahkan saat muadzin yang melantunkan adzan berjumlah tujuh orang…

Selain Adzan Pitu, terdapat pula tradisi Adzan Telu dan Adzan Papat, masing-masing di Masjid Kabuyutan Trusmi dan Masjid Kebagusan Cirebon. Adzan Papat juga dilaksanakan di Masjid Dok Jumeneng, di Astana Gunung Jati.

🌸 ringkasan perjalanan di Cirebon, 3 hari, 30 situs masjid kuno 🌸

A Trip to Kampung Air, Balikpapan :D

Posted on Updated on

These are some of my documentation in September 2011 when i visited my hometown Balikpapan, East Borneo, and i was gladly surprised seeing how much the changes they made to this area. This was my ‘hanging’ place when i was a child, my elementary school friends live here and believe me… it was horrible with so many holes on the Ulin wood bridges, and houses were so dense, and no plant or tree at all! 😀 but look at this place now… this is when i feel that pictures speak louder than words, lol 😀 have a look guys!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

some greeneries (i mean, even the pots are green!) 😀

Read the rest of this entry »