tentang ilmu dan hikmah

Nyai Achmad Dahlan dan Pencapaian

Posted on Updated on

image

Bagi perempuan, pencapaian terkadang bukan tentang seberapa jauh dari rumah kau bentangkan sayap, tetapi seberapa kokoh sayapmu melindungi orang-orang terdekatmu…

Musholla ‘Aisyiyah dan Makam Nyai Ahmad Dahlan, Kauman Yogyakarta

Advertisements

Makna Ilmu menurut Prof. SMN al-Attas

Posted on Updated on

Ilmu adalah suatu proses atau gerak daya memperoleh pengetahuan dan merujuk kepada suatu sifat yang berada pada sesuatu (insan) yang hidup, yang membolehkan diri yang mengetahui itu mengetahui yang diketahui.

Ilmu juga adalah pengenalan atau ma’rifat terhadap yang dikenali sebagaimana adanya. Pengenalan ini pengenalan yang yakin tentang kebenarannya, dan merujuk kepada hikmah. Maka ilmu adalah sesuatu yang meyakinkan dan memahamkan dengan nyata. Mengenali dan mengetahui sesuatu itu adalah mengenali dan mengetahui sebab-sebab wujud dan keadaan sesuatu yang dikenali dan diketahui. Read the rest of this entry »

antara ilmuwan dan ulama

Posted on

Belajar agama, knowledge dan recognition should be followed by acknowledgement dan submission. Kenal dan tahu saja tidak cukup. Percaya dan patuh.

Knowledge tanpa submission, contohnya iblis. Ia bukan makhluk Tuhan yg atheis, bukan pula agnostik. Ia tahu dan kenal, know and recognize. Tetapi ia sombong dan enggan mengakui kebenaran.

Karena itu, walaupun akar katanya sama, saat ini istilah ulama’ beda jauh maknanya dengan ilmuwan. Ulama’ adalah orang yang tahu dan karenanya ia takut pada Tuhannya. Ulama’ melibatkan ilmu dan amal, tahu dan taat.

Di lain pihak, ilmuwan blm tentu beramal dan taat, karena yg ditekankan pada istilah ini hanya aspek tahu-nya saja, amal belum tentu.

Idealnya, ilmuwan pun harus seperti ulama’. Realitanya, banyak yang tidak demikian. Ulama’ yang tidak beramal dengan ilmunya pun tidak bisa disebut ulama’ lagi. Bahkan, ilmuwan ada yang selalu membangkang dan membantah, takabbur dgn ilmunya, mengaburkan kebenaran dengan kemampuannya.

Sad but true…

 

Kuliah Perdana Filsafat Al-Attas

Posted on Updated on

“Sebenarnya orang-orang Islam belum sadar tentang apa yang disebut metafisika, padahal itu adalah suatu kewajiban bagi kita untuk memahaminya, sebab pandangan mengenai hakikat dan alam terangkum dalam suatu kerangka metafisik. Kalau kita tidak memahami kerangka metafisik kita sendiri, tentu kita akan keliru dan terperosok ke dalam pandangan mengenai alam dan hakikat yang berbeda, dan yang lain, dan yang tak sesuai dengan jiwa kita, bahkan yang tidak benar…”

~ Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Kesadaran akan pentingnya pemahaman yang benar tentang konsep dan kerangka metafisika inilah yang tampaknya mendorong Institut for the Study of Islamic Thoughts and Civilizations atau INSISTS mengadakan serangkaian workshop filsafat Islam yang diberi nama KFA, Kuliah Filsafat Al-Attas. Selain di Jakarta, KFA rencananya juga akan diselenggarakan di beberapa kota besar, seperti Surakarta dan Surabaya.

Read the rest of this entry »

ilmu dan adab

Posted on

Tiap kali zaman mendidik adabku; ia tunjukkan padaku betapa lemah akalku… ~Imam Syafi’i

Adalah rugi, tak mengambil ilmu dari seorang yang penuh wawasan hanya karena kita tak menyukai akhlaqnya.. Dan adalah lebih rugi, jika hanya mewarisi ilmu saja, padahal kita belajar pada seorang berakhlaq mulia.. ~Imam Syafi’i

 

hakikat segala sesuatu

Posted on Updated on

haqă’iq al-asyyă’ tsăbitah, wa l-‘ilmu bihă mutahaqqiq, khilăfan li s-sũfasthă’iyyah.. ~Imam an-Nasafi

artinya, hakikat segala sesuatu itu tetap (dan oleh karena itu bisa ditangkap), tidak berubah (sebab yang berubah hanya sifat-sifatnya, a’radh, lawahiq, atau lawazim-nya saja), sehingga segalanya bisa diketahui dengan jelas… dan kita bukanlah dari golongan sofisme yang keliru karena meragukan kebenaran namun membenarkan keraguan…

pemuda dan ilmu

Posted on Updated on

bersabarlah atas pahitnya hukuman dari seorang guru, sebab di dalam kemarahan guru mengendaplah ilmu…

siapa tidak pernah sedikit pun merasakan susahnya belajar, ia harus menenggak rendahnya kebodohan seusia terhampar…

dan bagi siapa yang di waktu mudanya enggan mengaji bertakbirlah untuknya empat kali, sungguh ia telah mati…

nilai seorang pemuda, demi Allah, adalah di ilmu dan taqwa ketika keduanya tidak ada, tidaklah dianggap keberadaannya…

~Imam Syafi’i