teaching architecture

antara sejarah dan perdamaian

Posted on Updated on

nanya kenapa HAMAS melawan Israel itu sama dengan nanya kenapa nenek moyang kita dulu melawan penjajahan Jepang dan Belanda..

kita emang udah ngga dijajah Belanda, tapi apa demi hubungan baik dan kedamaian, kita hapuskan sejarah penjajahan itu dari buku-buku pelajaran? :))

lantas apa dengan tetap mengingat dan memahami sejarah penjajahan Belanda itu kita lantas dicap sbg bangsa pendendam? simpulan macam apa itu?

sejarah itu penting untuk dijaga.. bukan demi dendam, tetapi agar kita bisa memandang yang terjadi di masa kini dan masa depan dengan tepat. semata agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

sejarah itu penting untuk dijaga, bukan sekedar agar anak sekolah punya bahan hapalan.. tapi agar mereka dapat belajar dari pengalaman orang lain.

sejarah itu penting untuk dijaga.. karena selalu ada orang-orang yang ingin mengubah fakta hari ini menjadi sekedar dongeng di masa depan..

netral atau adil?

Posted on

netral itu ga mungkin.. yang mungkin itu adil..

disadari atau ngga, pasti ada keberpihakan, walaupun setitik.

hanya, dalam keberpihakan itu, kita menyikapi pihak lain secara adil atau tidak, itu aja.

saya, tentu saja memihak mahasiswa yang rajin dan mau berusaha, dibandingkan mahasiswa yang malas dan cepat menyerah.

tetapi, di dalam keberpihakan saya, saya tak boleh mendzalimi mahasiswa yang malas dengan memberi nilai sesuka saya atau lgsg tak meluluskan

terhadap mahasiswa yg saya sukai karena rajin dan pantang menyerah pun sy tak boleh bertindak tak adil dgn memberi nilai melebihi yg patut.

karena saya menilai bukan sebab suka atau tidak sukanya saya, tetapi berdasarkan proses dan hasil yang mereka upayakan sendiri..

itu makna adil yg saya pahami.. bukan netral tak punya pendapat atau pendirian, namun mampu menempatkan segala sesuatu pd tempat sepatutnya.

jika yang rajin mendapat nilai baik, sudah sepatutnya. bukan karena saya menyukai dia. tetapi karena itu buah jerih payahnya.

jika yang malas mendapat nilai buruk, sudah sepatutnya. bukan karena saya tidak menyukai dia. tetapi karena itu buah kemalasannya sendiri.

jadi, jangan mengharapkan saya netral kepada mahasiswa. saya manusia yang punya perasaan. harapkan saja saya adil kepada mereka.

guru bahasa indonesiaku…

Posted on

guru bahasa indonesiaku pernah berkata, ada saatnya aku dan kamu tak menjadi kita.

dulu aku tak mengerti, baru kini aku pahami.

guru bahasa indonesiaku pernah berkata, ada saatnya opini dan fakta tak mampu kita pisahkan.

dulu aku tak mengerti, baru kini aku pahami.

guru bahasa indonesiaku pernah berkata, ada saatnya airmata menjadi tanda dari banyak makna.

dulu aku tak mengerti, baru kini aku pahami.

tentang hand drawing..

Posted on

kalau saya dan teman2 dosen lain ada yang memilih penugasan dengan hand drawing, itu bukan karena kami anti atau gagap teknologi.. saya pun sudah berpuas-puas mengeksplorasi berbagai software drawing dan rendering dengan berbagai efeknya..

tetapi, di dalam pembelajaran, ada banyak hal yang takkan dipahami oleh mahasiswa yang kurang sabar, atau kurang tawadhu terhadap gurunya..

di dalam belajar ada langkah2 yg harus ditempuh satu per satu, yang langkah2 itu mungkin takkan diperlukan lagi ketika kita telah terlatih..

seperti bayi yg ketika belajar berjalan harus belajar merangkak, berdiri, melangkah, lalu terduduk: you must learn to creep before you run..

hand drawing menghubungkan tangan tidak hanya dengan otak, tetapi juga dengan hati.. ia mengajarkanmu kesabaran, bukan hanya kemudahan..

hand drawing mengajarkanmu kejujuran dan keistimewaan, karena karakteristik tarikan setiap garismu berbeda dengan kawan-kawanmu..

hand drawing mengajarkanmu ketekunan dan kecermatan, karena kekeliruan setarik garis tak mudah dihapus hanya dengan tombol delete dan undo..

hand drawing ajarkanmu mempertimbangkn segala hal sblm menggoreskan tinta, bhw ada kekeliruan dlm hidup yg terjadi karna keliru merencanakan

kami tak pernah melarangmu mengeksplorasi keterampilan komputasi arsitekturmu.. adakah kau dengar kami jelek2an perkemb. arsitektur digital?

kau bebas untuk mempelajarinya di luar sana walau tanpa guru.. karena jenis keterampilan itu memang tidak memerlukan kehadiran kami..

yang kalian perlukan dari seorang guru adalah mempelajari bagaimana ilmu hidup di dalam dirinya dan menjadi nyata dalam karakternya..

dan bagaimana ia membentukmu menjadi karakter2 tangguh, jujur, istimewa, sabar, cermat, tekun, dsb di balik setiap proses pembelajaranmu..

karena itu, janganlah sombong dan merasa lebih bisa darinya.. nanti kepintaranmu tak membawamu pada rendah hati dan tawadhu..

dan bersabarlah dalam setiap langkah pembelajarannya.. karena kau mungkin tak terpikirkan apa yang ia pikirkan di balik itu semua..

jika kau marah padanya itu karena kau benci, tetapi jika ia marah padamu, itu karena ia peduli. sungguh.

jika kau memikirkan dirimu, kau memikirkan saat inimu.. jika ia memikirkanmu, ia memikirkan masa depanmu.. 🙂

intuisi dan ilham

Posted on Updated on

lagi pengin cerita tentang intuisi dan ilham.. istilah ini happening banget nih di kalangan mahasiswa arsitektur *ehh 😀

intuisi.. kata ini bukan berasal dari bahasa indonesia aseli lohh, tetapi diadaptasi dari bahasa enggres..

dalam bahasa aslinya, intuition berarti the state of being aware of or knowing something without having to discover or perceive it. (kamus)

atauuuuu.. something known or believed instinctively, without actual evidence for it. (kamus)

artinya, mengetahui atau menyadari sesuatu tanpa mengetahui alasannya, melihat atau menyaksikan sendiri, atau tanpa bukti yang nyata..

kenapa dikatakan di definisi itu, intuisi sebagai pengetahuan yang tiba-tiba muncul tanpa sumber yang jelas?

karena dalam keilmuan barat, hanya dikenal observasi empiris dan penalaran rasional sebagai sumber ilmu dan pengetahuan..

observasi empiris menggunakan pengamatan inderawi, sedangkan penalaran rasional dengan kekuatan akal pikiran itu sendiri.

mereka tidak mengenal, atau minimal tidak mengakui bahwa wahyu dan ilham juga merupakan sumber ilmu.

karenanya, intuisi dianggap sebagai pengetahuan yang datang tiba-tiba tanpa sumber yang jelas.

padahal, di dalam Islam, pengetahuan semacam itu merupakan ilham yang bersumber dari Allah.

intuisi, dalam terminologi Islam, merupakan keutamaan yang diberikan Allah bagi mereka yang secara sungguh-sungguh mendalami suatu masalah.

dengan kata lain, intuisi itu sama dengan ketajaman mata hati. kepekaan dalam melihat dan membedakan benar dan salah, baik dan buruk.

intuisi adalah ilham yang diberikan Allah kepada orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan orang-orang yang istiqomah dalam berusaha.

dan hati yang bersih hanya dapat diperoleh dengan senantiasa berusaha melaksanakan ketaatan dan menghindari maksiat.

kata Imam Syafi’i, ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan turun kepada ahli maksiat ahli dosa…

itulah kenapa, merancang dengan intuisi sama sekali bukan merancang yang muncul begitu saja tanpa pertanggungjawaban dan pertimbangan.

kalau ada bisikan kyk gitu, maka itu bukan ilham, tapi bisikan hawa nafsu. hati yang hitam tak bisa membedakan mana ilham, mana hawa nafsu..

merancang harus seimbangkan akal dan hati untuk menghasilkan sesuatu yang benar, baik, dan indah. bermanfaat dan tidak menimbulkan mudharat.

arsitektur dan jendela…

Posted on

bagi saya, arsitektur itu seperti jendela, dan belajar arsitektur seperti melongok ke luar jendela. dengan melongok ke luar jendela, kita bisa melihat banyak hal lain di luar jendela, bukan semata2 menikmati keindahan jendela itu sendiri.

begitu juga halnya dengan arsitektur. saya memperlakukan arsitektur hanya seperti jendela, tempat saya melongok ke luar, mencari sesuatu yang lain, yang lebih besar…

tidak pernah menjadi terlalu pintar, terlalu antusias, terlalu fokus, terlalu mendambakan, terlalu tenggelam, di dalam arsitektur…

dan arsitektur; saya baru mencintainya ketika sadar, darinya saya memperoleh banyak hal lainnya, yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri..

ketika arsitektur mendefinisikan dirinya lewat kebenaran dan kebaikan.. barulah saya jatuh cinta padanya. ya, sebuah cinta yang bersyarat.

sejak itu saya sadar, cinta tak bersyarat saya tertuju pada kebenaran dan kebaikan itu sendiri, yang membuka diri lewat pencarian ilmu.. dan ilmu arsitektur hanya salah satunya.. 🙂

curcol tentang dunia praksis para dosen :)

Posted on

Menurut saya, mroyek bukan alasan dosen bisa ninggalin mahasiswa dan jarang ke kampus. Saya juga mroyek kug, tapi tetap bisa ngampus tiap hari. Kuncinya cuma satu: sangguplah mbayar banyak anggota tim. Kalo mulai ngonsep, nyeket, 3D, sampai gambar kerja dikerjakan sendiri karena males bayar anggota tim yang memadai, akhirnya ya jadi keteteran di kewajiban utama sebagai dosen.
Emang keuntungan finansialnya jadi lebih sedikit sie, tapi yang sedikit itu smoga tetap berkah karena tak mengorbankan hak mahasiswa yang notabene adalah kewajiban kita.
Kalo dibilang ndak profesional, saya ini emang bukan arsitek profesional kug.. Saya ini dosen profesional. Saya harus tahu benar mana prioritas tertinggi saya. Kalo ndak, gaji PNS saya bisa ndak berkah jadinya. Honor mroyek saya juga jadi ndak berkah pada akhirnya. Kalo sumber2 rejeki saya ndak berkah, apa jadinya hidup saya?
Well, sekian curcol dari arsitek tak profesional kayak saya ini teman-teman.. 😛
*note: curcol ini tak berlaku untuk para arsitek profesional kayak teman2 kuliah saya dulu yang keren2 abis karyanya.. i’m just a dust compared to them.. 🙂