everyday thoughts

Ibu Siti Aminah

Posted on Updated on

Hari ini saya bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang hidup sebatang kara di Malang. Nama beliau Ibu Siti Aminah. Asal beliau Banjarmasin. Bertahun tinggal di Malang, bahasa Banjar yang digunakannya saat bicara masih sangat fasih…

Saya bertemu beliau di salah satu warung Soto Banjar saat sarapan pagi tadi. Beliau hanya berdiri di salah satu pintu masuk dan menunggu belas kasih dari satu dua pengunjung yang ada di warung tersebut.

Read the rest of this entry »

Nyai Achmad Dahlan dan Pencapaian

Posted on Updated on

image

Bagi perempuan, pencapaian terkadang bukan tentang seberapa jauh dari rumah kau bentangkan sayap, tetapi seberapa kokoh sayapmu melindungi orang-orang terdekatmu…

Musholla ‘Aisyiyah dan Makam Nyai Ahmad Dahlan, Kauman Yogyakarta

Western Men and Modesty

Posted on Updated on

barusan dapat link menarik dari pinterest:

http://www.thefulltimegirl.com/2013/12/10/what-men-really-think-about-modesty/

ternyata pria di barat jg lebih senang perempuan yg pakaiannya sopan drpd yg kebuka2… mereka yang bukan muslim dan hidup di alam “keterbukaan” aja mengakui betapa berharganya perempuan yang berpakaian sopan…

well, important messagesnya buat kita kaum muslim adalah… menutup aurat itu fitrah manusia dan perintah Allah swt utk menutup aurat itu adalah yg terbaik utk melindungi manusia itu sendiri… 🙂

here are some interesting copy paste from the link above:

👇👇👇👇👇

I think that modesty really shows how girls/women are suppose to dress and act. For the benefit of her worth and the benefit of the boys/men not to look at the girls/women in anyway that would take that worth away. It’s very important to live godly among everyone and especially Jesus. I am sure Jesus would not want his bride walking around half dressed. Modesty also show that she is only wanting to show one man, her husband and to me that’s the best thing any man can ask for. Modesty is very important to any christian and non christian, and should be practiced all the time. So ladies keep dressing up and never ever dress down. -Wyatt

 [Modesty] leads me to more easily protect myself from unintentionally lusting after the woman in question, which I value highly and appreciate. Additionally, it automatically leads me to respect her more in the sense that I assume she is a woman of substance rather than trying to gain edges in life from her looks. In Miami it’s also a breathe of fresh air as most girls try to reveal as much as they can get away with, so she would immediately draw positive attention from me as a byproduct of choosing modest attire. -Victor

Read the rest of this entry »

manusia mampu mengetahui kebenaran

Posted on Updated on

dosen: adakah di kelas ini yang percaya bahwa manusia tidak mampu mengetahui kebenaran?
mhs: saya bu!
dosen: ok, menurutmu kepercayaanmu itu benar atau salah?
mhs: benar bu.
dosen: jadi kamu mampu mengetahui bahwa kepercayaanmu itu benar?
mhs: iya bu.
dosen: jadi kamu sekarang percaya bahwa manusia mampu mengetahui kebenaran?
mhs: nggg iya bu.
dosen: jadi siapa di kelas ini yang percaya bahwa manusia tidak mampu mengetahui kebenaran?
mhs: nggg bukan saya bu.

bedanya moral dan akhlak

Posted on Updated on

Walaupun sama-sama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, namun moral dan akhlak itu berbeda. Dilihat dari asal katanya, kedua istilah ini berasal dari dua sumber dan bahasa yang berbeda. Kedua kata ini sama-sama diserap ke dalam bahasa Indonesia karena keduanya mewakili konsep yang berbeda dari bahasa dan peradaban asalnya.

Kata moral berasal dari bahasa Inggris abad pertengahan, yang dapat ditarik asalnya dari bahasa Latin “moralis”, “mor”. Moral dalam bahasa Inggris berarti “expressing a conception of right behavior or principles of right and wrong in behavior”, “moral implies conformity to established sanctioned codes or accepted notions of right and wrong; the basic moral values of a community” (Merriam-Webster Dictionary).

Dari penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa nilai moral bersumber dari pandangan masyarakat manusia terhadap kebaikan. Nilai-nilai yang disepakati sebagai kebaikan ditegakkan, dan nilai-nilai yang disepakati sebagai keburukan ditinggalkan.

Read the rest of this entry »

dalam diam dan dalam doa

Posted on Updated on

Setiap keluarga punya ceritanya sendiri-sendiri. Ada banyak cerita bahagia, tapi tak jarang tersimpan juga cerita sedih. Setiap keluarga tumbuh bersama dan menua bersama. Rangkaian hari yang mereka punya, jalin-menjalin membentuk semacam sintesis. Tentu, lebih dari sekedar kumpulan cerpen yang tak berhubungan satu sama lain. Sampai pada satu saat, ketika salah satu dari mereka pergi, sintesis itu muncul dalam bentuk kehilangan yang amat sangat. Kenangan pun terangkum dalam ungkapan-ungkapan singkat, dan air mata. We never knew what we’ve got ’till it’s gone.. Read the rest of this entry »

lebih sombong mana?

Posted on

“lebih sombong mana, orang yang mencari kebenaran, atau orang yang merasa kebenaran sudah di tangannya?” itu pertanyaan dosen filsafat saya suatu ketika…

pertanyaan itu tentu bukan lahir tanpa pre-asumsi… ada yang tersirat di dalam pertanyaan-pertanyaan semacam itu… karena, terdapat perbedaan retorika bertanya dan pilihan-pilihan diksi dari orang yang bertanya karena ingin tahu, dengan orang yang bertanya karena ingin mendebat atau mengalahkan…

bagaimana menjawabnya? ternyata sederhana sekali…

pertama, jangan terjebak pada diksi… kedua, jangan terjebak pada dikotomi… ketiga, jangan terjebak hanya pada dua pilihan yang diberikan…

jawabannya ternyata telah diberikan Nabi Muhammad saw bertahun-tahun lampau, saat beliau saw menerangkan pengertian dari kata sombong, yaitu “menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” sederhana dan indah pesan beliau… indah karena benar, indah karena baik…

menemukan kebenaran itu bukanlah bentuk kesombongan, justru kebenaran itu datang kepada kita dari Allah swt… ingat ngga, pesan cinta ini, “kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah kau termasuk orang yang ragu…” indah ya pesan-Nya…?

mencari kebenaran pun bentuk kewajiban manusia, tetapi jika ia telah ditunjukkan kebenaran namun ia berpaling, maka itulah kesombongan yang nyata…

lagipula… jika kita merasa tidak kunjung menemukan kebenaran saat berada di dunia, dan baru menemukan kebenaran saat di akhirat, itu namanya… terlambat…