Month: August 2015

Klenteng Talang, Cirebon

Posted on Updated on

image

Klenteng di Jl. Talang Cirebon ini dulunya adalah masjid yang berubah menjadi klenteng sekitar tahun 1450-1475, seiring dengan merosotnya kondisi masyarakat Tionghoa Muslim (Hanafi) di Cirebon, karena mereka terputus hubungannya dengan tanah Tiongkok. Cerita ini dituliskan di dalam buku pengantar bagi para pengunjung klenteng ini. Buku pengantar ini merupakan cuplikan dari buku “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara” yang ditulis Prof Dr Slamet Mulyana dan diterbitkan LKIS Yogyakarta.

Sebelum mengunjungi klenteng ini, kami berkunjung ke kediaman Sultan Kanoman. Beliau menceritakan bahwa ada sebuah klenteng yang dulunya adalah masjid di Jl. Talang. Dulunya menurut cerita-cerita lisan, terdapat inskripsi dua kalimat syahadat dalam bahasa arab namun dgn kaligrafi china di area mihrabnya. Menurut Bapak Lurah Kasepuhan, arah hadap klenteng ini juga berbeda. Biasanya klenteng menghadap utara atau selatan, namun klenteng ini menghadap ke timur. Beliau mengatakan, bila sempat berkunjung mungkin kami bisa melihat apakah benar kisah tersebut. Menurut Sultan Kanoman, sejarah semacam ini perlu diketahui generasi sesudahnya, bukan untuk dibenturkan satu sama lain, namun sebagai bagian dari perjalanan sejarah di Cirebon.

Sayangnya, ketika kami ke klenteng ini, area khas mihrab sudah tak bisa ditemukan. Hal ini wajar mengingat sangat tuanya usia bangunan ini dan telah mengalami berbagai renovasi dan alih fungsi. Ketika ditanyakan apakah ada kaligrafi di klenteng ini, juru kunci menunjukkan ukiran mirip motif mega mendung berwarna biru di bagian atas kolom-kolom dan menyebutkan, kemungkinan itulah kaligrafinya, namun ia sendiri tidak paham artinya…

Demikianlah, sejarah memberi pemahaman kepada kita bahwa Kaum Tionghoa Muslim pernah turut mengambil peranan yang besar dalam perkembangan Islam di nusantara…

image
Foto bareng Sultan Kanoman XII
Advertisements

Nyai Achmad Dahlan dan Pencapaian

Posted on Updated on

image

Bagi perempuan, pencapaian terkadang bukan tentang seberapa jauh dari rumah kau bentangkan sayap, tetapi seberapa kokoh sayapmu melindungi orang-orang terdekatmu…

Musholla ‘Aisyiyah dan Makam Nyai Ahmad Dahlan, Kauman Yogyakarta

funny little things in Cirebon

Posted on Updated on

kemaren pas di astana gunung jati, kompleks makam keraton dan sunan2, di kompleks itu ada 7 sumur keramat yg dipakai org mandi dan ngambil air tiap jumat kliwon…

trus ada temen bapak2, nanya ke kuncen, “emang kalo saya nginep semalam dan mandi di sini pas malam jumat kliwon, saya bisa sukses pak disertasinya?”

trus kuncennya jawab, “ya kalo disertasinya bapak tentang makam dan sumur, bisa pak”

temen2 yg lain sampe ngguyu2 dengarnya 😂 dan si temen langsung terdiam membisu

trus ada lagi… pas di masjid manaa gitu, dia wawancara, “pak, masjid ini kira2 dibangunnya kapan ya?”

trus jawab bapak kuncennya, “ya… pak, masjid itu dibangun untuk apa? untuk sholat tho? ya sudah, sholat saja, jangan nanya yang macem2”

😂😂😂

image

image

Adzan Pitu

Posted on Updated on

Foto di bawah ini adalah foto yang diambil saat prosesi Adzan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan Cirebon, 14 Agustus 2015…

image

Adzan Pitu adalah sebutan untuk adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang muadzin secara bersama-sama sebelum sholat jumat diselenggarakan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kraton Kasepuhan Cirebon…

Dahulu, pada zaman Sunan Gunung Jati, konon masjid ini pernah diserang ilmu hitam oleh orang2 yang tak suka pada perkembangan Islam di Cirebon… Setiap orang yang masuk ke masjid diserang dan meninggal dunia. Untuk mengalahkan Menjangan Wulung -sebutan untuk ilmu hitam- itu dikumandangkanlah adzan… Menjangan wulung, konon, baru bisa dikalahkan saat muadzin yang melantunkan adzan berjumlah tujuh orang…

Selain Adzan Pitu, terdapat pula tradisi Adzan Telu dan Adzan Papat, masing-masing di Masjid Kabuyutan Trusmi dan Masjid Kebagusan Cirebon. Adzan Papat juga dilaksanakan di Masjid Dok Jumeneng, di Astana Gunung Jati.

🌸 ringkasan perjalanan di Cirebon, 3 hari, 30 situs masjid kuno 🌸