memilih teman

Posted on Updated on

“stay away from people who make you feel you’re hard to love,”

saya bersyukur beberapa tahun terakhir ini diberi Allah beberapa kawan yang tulus dalam pertemanan dan memiliki visi dan pandangan yang sama tentang hidup dan kehidupan. mereka adalah teman-teman saya di komunitas #ITJ dan tiga atau empat teman kantor.

menurut saya, memilih teman yang tepat bukan berarti kita sombong, tertutup, atau tinggi hati. kata Nabi saw, berteman dengan tukang minyak wangi akan tertular harumnya, dan sebaliknya. teman dapat mempengaruhi jiwa kita dan memenuhi hari-hari kita dengan kebahagiaan atau malah ketertekanan. memilih teman yang tepat sangat membantu saya mengurangi beban-beban kehidupan akibat mengurusi perkara-perkara yg sebenarnya tak penting untuk diurusi…

teman yang tepat, tahu bagaimana menghargaimu sebagai manusia. tidak terlalu ikut campur dalam urusan pribadimu, namun bisa diajak diskusi panjang lebar tentang ide-ide, nilai-nilai, pandangan-pandangan, yang benar-benar bermakna untuk hidup di dunia dan akhirat.

teman yang tepat, tidak menggerogoti energimu dengan membicarakan aib teman yang lain di hadapanmu, lalu membicarakan aibmu di hadapan teman yang lain. sungguh teman semacam ini membuat dirimu merasa engkau tidak cukup baik untuk dihargai dan dicintai. padahal, mungkin merekalah yang tidak cukup berharga untuk menerima cinta dan ketulusan darimu.

walaupun tidak banyak, saya memiliki teman-teman yang saya bisa rasakan ketulusan dan cintanya kepada saya. dan sebagai orang yang bertipe #infj saya memang tidak menilai teman dari kuantitas, namun dari kualitasnya. sedikit dalam jumlah, namun tulus dalam interaksi cukuplah bagi saya.

beberapa waktu terakhir, saya juga mulai bisa membatasi interaksi dengan teman-teman yang menggerogoti energi saya, menggosip di belakang saya, dan membenci saya diam-diam (you’ll understand this if you’re also an #infj, we can ‘smell’ hatred and also pure hearts instinctive and intuitively). saya tidak membenci atau memusuhi mereka, tapi sekedar membatasi diri untuk tidak membicarakan hal-hal penting dalam hidup saya dengan mereka. saya sadar, mengharapkan semua orang akan menyukai kita adalah hal yang mustahil. sama halnya, tidak semua orang juga menyukai mereka yang membenci orang lain. life is a mirror for ourselves anyway.

hasilnya, hidup saya lebih tentram, tenang, dan lebih bermakna. alhamdulillah. semoga selalu demikian adanya. “i’m very content with myself. i’m not looking to compete with anyone. i’m not looking to hate or to hurt. i’m at peace. i hope you are too.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s