jum’at dan malam jum’at

Posted on

barusan kepikiran… selain nama-nama hari dalam bahasa indonesia yang diadaptasi dari bahasa arab akibat proses islamisasi yang berlangsung di nusantara selama berabad-abad, ternyata konsep pembagian hari pun berasal dari konsep islam.

hal sederhana yang dapat menjelaskan hal ini adalah cara kita menamai malam-malam sebagai malam ahad (ahad), malam senin (itsnaini), malam selasa (tsalatsa), malam rabu (arba’a), hingga malam sabtu (sab’ah). malam sabtu misalnya, menggambarkan bahwa setelah maghrib di hari jum’at, sudah berganti hari menjadi hari sabtu. karena itulah kita menyebutnya malam sabtu. demikian juga malam jum’at, berawal sejak maghrib di akhir hari kamis.

konsep ini berbeda dengan konsep barat tentang hari, yang berawal dan berakhir pukul 00.00 am di tengah malam. karena itu mereka menyebut malam ahad sebagai saturday night, karena sebelum pukul 12 malam, hari itu masih terhitung hari sabtu.

hal ini sekaligus membuktikan bahwa di balik nama ada konsep dan makna.

😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s