sks, beban atau kesempatan belajar?

Posted on

selama mindset belajar masih dianggap beban, selama itu juga kita ngga akan mampu menghasilkan ilmuwan yang mumpuni… yang ada cuma orang2 setengah paham tapi ngerasa udah paham karena udah merasa menempuh sekolah resmi bersistem sks.
gimana ngga, di pendidikan kita, sks aja disebut “beban 2 sks”… secara mindset, oleh para pendidik, belajar disebut beban, apalagi oleh yg dididik.
akibatnya, berasa makin besar sks makin besar bebannya. belajar 24 sks aja berasanya udah kayak beban seberat truk yang membawa batu hehe…

kalo jaman dulu, belajar sama ulama mana kenal beban 2 sks… yg ada sebanyak2nya kita raup ilmu… ngga kenal capek, ngga kenal susah… kecintaan terhadap ilmu membuat capek dan susah ngga dirasa lagi…

sebaiknya, mindset mendasar “belajar sebagai beban” ini diubah dulu… harusnya istilahnya bukan beban, tapi “kesempatan 2 sks”. artinya, kalau satu semester maksimal 24 sks, berarti kesempatan belajar kita cuma 24 sks… dan itu ngga cukup.

kita harus belajar lebih giat di luar kesempatan 24 sks yang diberikan kampus… itu kalau kita benar2 mau jadi “sesuatu”, bukan hanya jadi ordinary people yg belajar dengan cara ordinary.

πŸ™‚

9 thoughts on “sks, beban atau kesempatan belajar?

    azamuddint said:
    May 13, 2015 at 11:31 am

    tulisan yang mengingatkan diri saya, bahwa selama ini saya hanya menjadi ‘ordinary people’.

    Yulia Eka Putrie responded:
    August 6, 2016 at 2:22 am

    azam… masih suka ngemural tembok? ini ada usul dari kawan saya zam… gimana kalo ngemural tembok2 di jalur kereta api pas mau masuk kota malang dgn tema “welcome to malang”, tapi izin dulu sama masyarakat yg punya tembok heheheπŸ˜€

    Muhammad Azamuddin Tiffany said:
    August 6, 2016 at 4:51 am

    Masih Bu. Kawan-kawan sekarang ini masih mengerjakan mural di kampung Jodipan. Mungkin nanti saya sampaikan ke yang lain tentang ide Ibu ini. Kalo ngemural di belakang UIN kami soalnya sudah “wegah”.πŸ˜€

    Yulia Eka Putrie responded:
    August 6, 2016 at 5:18 am

    ok zam… semoga bermanfaat 👍

    Muhammad Azamuddin Tiffany said:
    August 6, 2016 at 5:19 am

    Siap Bu. Makasih Banyak.

    Salam. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    Muhammad Azamuddin Tiffany said:
    August 6, 2016 at 1:28 pm

    Ini blog kawan-kawan komunitas turu kene Bu. http://turukene.org πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    Muhammad Azamuddin Tiffany said:
    August 6, 2016 at 3:22 pm

    Mungkin teman Bu Yulia tersebut atau Bu Yulia sendiri punya kontak yang bisa dihubungi untuk mencoba menindak-lanjuti ide teman Ibu ini? πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    Muhammad Azamuddin Tiffany said:
    August 6, 2016 at 3:29 pm

    Soalnya kalau ada kontak, kawan-kawan bisa dan mau menindaklanjuti untuk mengeksekusi ide ini. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    Yulia Eka Putrie responded:
    August 6, 2016 at 10:57 pm

    wah itu yg saya kurang tau zam… soalnya kemaren cm sepintas ngobrol aja trus dia keluar ide gitu… posisi pas yg bisa dimural aja sy kurang tau, katanya cm di sepanjang rel kereta 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s