Makna Ilmu menurut Prof. SMN al-Attas

Posted on Updated on

Ilmu adalah suatu proses atau gerak daya memperoleh pengetahuan dan merujuk kepada suatu sifat yang berada pada sesuatu (insan) yang hidup, yang membolehkan diri yang mengetahui itu mengetahui yang diketahui.

Ilmu juga adalah pengenalan atau ma’rifat terhadap yang dikenali sebagaimana adanya. Pengenalan ini pengenalan yang yakin tentang kebenarannya, dan merujuk kepada hikmah. Maka ilmu adalah sesuatu yang meyakinkan dan memahamkan dengan nyata. Mengenali dan mengetahui sesuatu itu adalah mengenali dan mengetahui sebab-sebab wujud dan keadaan sesuatu yang dikenali dan diketahui.

Ilmu adalah gerak daya memperoleh atau menghasilkan sesuatu menerusi tilikan akal, yaitu tilikan yang memandang hakikat sesuatu seperti adanya.

Ilmu juga perolehan kalbu mengenai sesuatu, yang menggambarkan hakikatnya dengan secara tepat dan jernih, baik hakikat zahir di alam shahadah maupun hakikat batin di alam ghaib.

Ilmu adalah penetapan diri atau kalbu tentang kebenaran sesuatu sewaktu shak dan ragu-ragu timbul mengenainya. Ilmu itu kepercayaan yang teguh dan tiada berubah di dalam kalbu. Ilmu adalah suatu gerak daya ke arah penjelasan, penetapan, dan penentuan.

Ilmu itu pengikraran terhadap kebenaran. Ilmu itu i’tiqad mengenai hakikat sesuatu seperti adanya. Ilmu mengakibatkan ketentraman diri. Ilmu merupakan peringatan, gambaran akal, renungan, pandangan batin.

Ilmu adalah suatu sifat yang menghapuskan kejahilan, shak, dan dugaan. Ilmu itu kenyataan sesuatu dari pihak dirinya sendiri. Ilmu itu cahaya yang diletakkan oleh Allah di dalam kalbu.

Ilmu itu gambaran rupa batin, faham, atau ma’na dalam fikiran, dan gerak daya yang membentuk perkara-perkara tersebut. Ilmu itu perkara dalaman, bukan perkara luaran diri. Ilmu adalah pengetahuan dan pengenalan yang tetap yang menafikan kemungkinan pengetahuan dan pengenalan sebaliknya.

Ilmu adalah rahasia yang diselipkan ke dalam diri dan menetap di situ, dan ilmu itulah yang menjadi hasrat dan kehendak diri.

Cukuplah bagi kita kini untuk memahami bahwa ilmu menurut faham Islam itu dapat dibahagikan kepada dua perkara yang jelas. Yang satu merujuk kepada pengenalan, dan yang satu lagi kepada pengetahuan. (dst.)

dikutip dari buku “Risalah untuk Kaum Muslimin”, karya Prof. Syed M. Naquib al-Attas, hal. 51-52

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s