bedanya moral dan akhlak

Posted on Updated on

Walaupun sama-sama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, namun moral dan akhlak itu berbeda. Dilihat dari asal katanya, kedua istilah ini berasal dari dua sumber dan bahasa yang berbeda. Kedua kata ini sama-sama diserap ke dalam bahasa Indonesia karena keduanya mewakili konsep yang berbeda dari bahasa dan peradaban asalnya.

Kata moral berasal dari bahasa Inggris abad pertengahan, yang dapat ditarik asalnya dari bahasa Latin “moralis”, “mor”. Moral dalam bahasa Inggris berarti “expressing a conception of right behavior or principles of right and wrong in behavior”, “moral implies conformity to established sanctioned codes or accepted notions of right and wrong; the basic moral values of a community” (Merriam-Webster Dictionary).

Dari penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa nilai moral bersumber dari pandangan masyarakat manusia terhadap kebaikan. Nilai-nilai yang disepakati sebagai kebaikan ditegakkan, dan nilai-nilai yang disepakati sebagai keburukan ditinggalkan.

Implikasi dari konsep tentang moral ini dapat kita temukan pada saat nilai-nilai yang dianggap sebagai baik dan buruk itu kenyataannya selalu berubah mengikuti perubahan pandangan manusia dan masyarakatnya. Contohnya, pernikahan sesama jenis di Barat hampir dianggap lumrah, padahal dulu dianggap buruk dan tak lazim.

Yang dulu dianggap buruk, sekarang jadi biasa atau malah dianggap baik. Sebaliknya pun demikian. Itulah watak moral.

Sebaliknya, nilai-nilai kebaikan dan kepatutan manusia atau akhlakul karimah yang bersumber dari ajaran Islam bersifat tetap, tak berubah karena bersumber dari ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui kondisi jiwa dan perilaku manusia yang terpuji dan tidak.

Begitu juga dengan nilai-nilai etika dan adab… Keduanya mengandung kepatutan perilaku manusia, tetapi berbeda sumber.

Etika, lagi-lagi bersumber dari kelaziman perilaku di masyarakat yang terus berubah seiring perubahan pandangan masyarakat. Contohnya makan berdiri… sekarang standing party dalam acara perkawinan sudah dianggap lumrah.

Padahal, adab makan di dalam Islam tak mengalami perubahan sedikit pun. Adab-adab di dalam Islam sangat terperinci dan mengandung hikmah yg sangat indah untuk jiwa yang bersedia mempelajari dan mengamalkannya…

Contoh terindah tentang akhlak dan adab pun telah dapat kita lihat dari sikap dan perilaku Nabi Muhammad saw.. sesungguhnya beliau adalah sebaik-baik contoh… Laqod kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanah..

2 thoughts on “bedanya moral dan akhlak

    ky said:
    September 15, 2014 at 7:37 pm

    turut menyimak tausiah dari ustazah yulia. well said!

    Yulia Eka Putrie responded:
    October 1, 2014 at 3:48 am

    wkwkwk ini bukan tausiah dan saya bukan ustazah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s