awal mula dan akhirnya…

Posted on Updated on

pada awalnya, sejak permulaan proses pemilihan beberapa waktu lalu, saya telah menekadkan diri untuk menjadi pemilih yang rasional. setiap berita positive dan negative campaign yang saya temukan dari kedua pihak saya cermati, link-link rujukan di dalamnya saya telusuri, berita-berita sepuluh lima belas tahun lalu saya cari, debat-debat capres cawapres saya jabani…

sampai satu saat saya temukan sebuah opini seseorang, entah tokoh, politisi, timses, atau sekedar simpatisan, tentang para kyai khos yang disebut sebagai kurang wawasan karena menentukan pilihan berdasarkan sholat istikharoh… hati saya terusik ketika para kyai sepuh diperlakukan seperti itu… kurangnya adab membuat orang tersebut mampu berpikir sedangkal itu terhadap para ulama’.

dalam keterbatasan alam pikir saya… saya masih bisa meyakini bahwa para kyai khos dan para ulama pewaris para nabi itu memiliki ketajaman mata hati yang tidak dapat disetarakan dengan pemikiran rasional semata… dan sholat istikharoh merupakan cara jitu mencari jawaban dari setiap permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengandalkan pemikiran rasional belaka…

pada akhirnya, saya memilih untuk tidak sekedar mencukupkan diri pada cara pertama saya… rasio penting namun bukan segalanya… terlalu banyak hal yang tak kita ketahui dibandingkan yang kita ketahui…

pada akhirnya, saya memutuskan untuk merendahkan kepala bersujud mohon petunjuk kepada Allah, memohon cahaya untuk mampu memilih yang terbaik di mata-Nya, bukan sekedar di mata saya… segala konsekuensi dari pilihan yang lahir dari sana pun saya kembalikan kepada-Nya, bukan kepada kemampuan diri saya sendiri…

perbedaan pilihan yang lahir dari ikhtiyar sholat istikharoh pun saya kembalikan pada-Nya… mungkin para kyai dan ulama’ yang memutuskan untuk berada di kubu yang berbeda itu nanti jadi jalan penyelamat bangsa, karena mereka memiliki akses untuk menasehati pemimpin itu jika kelak ia terpilih…

pada akhirnya, semua akan kembali kepada-Nya, tidak hanya saat mati kelak, namun juga di setiap saat di dalam hidup kita…

juli 2014, ramadhan 1435

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s