Month: February 2014

Kuliah Perdana Filsafat Al-Attas

Posted on Updated on

“Sebenarnya orang-orang Islam belum sadar tentang apa yang disebut metafisika, padahal itu adalah suatu kewajiban bagi kita untuk memahaminya, sebab pandangan mengenai hakikat dan alam terangkum dalam suatu kerangka metafisik. Kalau kita tidak memahami kerangka metafisik kita sendiri, tentu kita akan keliru dan terperosok ke dalam pandangan mengenai alam dan hakikat yang berbeda, dan yang lain, dan yang tak sesuai dengan jiwa kita, bahkan yang tidak benar…”

~ Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Kesadaran akan pentingnya pemahaman yang benar tentang konsep dan kerangka metafisika inilah yang tampaknya mendorong Institut for the Study of Islamic Thoughts and Civilizations atau INSISTS mengadakan serangkaian workshop filsafat Islam yang diberi nama KFA, Kuliah Filsafat Al-Attas. Selain di Jakarta, KFA rencananya juga akan diselenggarakan di beberapa kota besar, seperti Surakarta dan Surabaya.

Read the rest of this entry »

lebih sombong mana?

Posted on

“lebih sombong mana, orang yang mencari kebenaran, atau orang yang merasa kebenaran sudah di tangannya?” itu pertanyaan dosen filsafat saya suatu ketika…

pertanyaan itu tentu bukan lahir tanpa pre-asumsi… ada yang tersirat di dalam pertanyaan-pertanyaan semacam itu… karena, terdapat perbedaan retorika bertanya dan pilihan-pilihan diksi dari orang yang bertanya karena ingin tahu, dengan orang yang bertanya karena ingin mendebat atau mengalahkan…

bagaimana menjawabnya? ternyata sederhana sekali…

pertama, jangan terjebak pada diksi… kedua, jangan terjebak pada dikotomi… ketiga, jangan terjebak hanya pada dua pilihan yang diberikan…

jawabannya ternyata telah diberikan Nabi Muhammad saw bertahun-tahun lampau, saat beliau saw menerangkan pengertian dari kata sombong, yaitu “menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” sederhana dan indah pesan beliau… indah karena benar, indah karena baik…

menemukan kebenaran itu bukanlah bentuk kesombongan, justru kebenaran itu datang kepada kita dari Allah swt… ingat ngga, pesan cinta ini, “kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah kau termasuk orang yang ragu…” indah ya pesan-Nya…?

mencari kebenaran pun bentuk kewajiban manusia, tetapi jika ia telah ditunjukkan kebenaran namun ia berpaling, maka itulah kesombongan yang nyata…

lagipula… jika kita merasa tidak kunjung menemukan kebenaran saat berada di dunia, dan baru menemukan kebenaran saat di akhirat, itu namanya… terlambat…

gpp ga sholat asal baik?

Posted on Updated on

Akhir-akhir ini sering banget deh dengar kalimat ini, “Gpp kamu ga sholat, yang penting baik pada sesama, menghargai waktu, buang sampah pada tempatnya… daripada kamu sholat tapi ga baik pada sesama…”

Wew… membuai kali lah kalimat ini… syaitan emang suka menghias kata-kata indah nan menyesatkan… 😀

You see, membuang sampah pada tempatnya itu adab manusia terhadap alam, tepat waktu dan baik pada sesama itu adab manusia kepada manusia yang lain, sholat itu adab manusia kepada Allah…

Alam dan manusia itu ciptaan Allah… dan kalau kepada ciptaan-Nya saja kita harus beradab, apalagi kepada Dia yang Maha Pencipta…

Jadi jangan pernah bilang, gpp ga sholat, yang penting kita baik kepada sesama… itu pola pikir dikotomis khas Liberalis Barat, mereka pikir segala hal itu senantiasa bertolak belakang, terpecah belah… hati dan badan, akal dan rasa, iman dan adab…

Ketika ditanya, lebih baik mana orang yang sholat tapi ngga baik kepada sesama, atau orang yang baik kepada sesama tapi ngga sholat… Buya Hamka menjawab, “orang yang sholat itu akan jauh lebih baik jika ia bersikap baik kepada sesama, dan orang yang baik kepada sesama itu akan jauh lebih baik jika ia sholat…”

Hikmah dari jawaban beliau di antaranya… jangan terjebak pada dikotomi di antara dua pilihan yang disediakan saja… Islam punya jawaban yang jauh lebih baik daripada pilihan-pilihan dikotomis itu…

Demikian, semoga bermanfaat 🙂

i am love

Posted on

hi, i’m love, but you can call me irrational… 🙂

i’m love. you found me waiting in your most unexpected places.

i’m irrational. you found me hidden in some of your most logical answers.

cuma seandainya

Posted on

seandainya tangisan bisa diterjemahkan ke dalam kata-kata, kombinasi huruf vokal dan konsonan apa yang dapat mewakili kepedihannya?

pertanyaan tentang cinta

Posted on Updated on

apakah cinta

selalu menyediakan airmata?

 

apakah cinta

selalu menyediakan harapan?

 

rindu yang berdenyut di nadi

rela dan maaf di sanubari,

uluran tangan tanpa pamrih

kurasa itu cinta

 

dan ketika kau memutuskan

untuk memeluk Tuhan

di sepanjang jalan berliku

kurasa itu paling cinta

 

~Abdurrahman Faiz, 2003