Month: January 2014

Masjid Jannatul Firdaus dan Langgar Ichlas, Surakarta

Posted on Updated on

among my favorite mosques in Surakarta: Masjid Jannatul Firdaus
among my favorite mosques in Surakarta: Masjid Jannatul Firdaus

 

pekarangan Masjid Jannatul Firdaus
pekarangan masjid

Read the rest of this entry »

Advertisements

Menggali Nilai-Nilai Peradaban dari Arsitektur Awal Masjid Nabawi

Posted on

From the perspective of its architectural style, there is not quite much to say about the early building of Masjid Nabawi in Madinah al-Munawarah. Even so, it doesn’t mean that there’s no lesson at all from its past simplicity for our future complexity. This paper aims to discuss the architecture of Masjid Nabawi, not from the spirit of historicity, nor the revivalistic enthusiasm for the memories of the past. Else, this paper is more intended to explore and appreciate the importance of Masjid Nabawi in giving us lessons in architecture and islamic civilization, inspite of its simple architectural form. Some applications of islamic basic values that is relevant for architecture nowadays can be traced from the early architecture of Masjid Nabawi. Moreover, an important lesson about the basis of islamic civilization which were derived from the unity of iman (faith), ilmu (knowledge), and amal (deeds) can also be studied from Masjid Nabawi as the early locus of islamic civilization.

Dari segi gaya arsitektural, tidak banyak yang dapat dibahas dari arsitektur Masjid Nabawi di masa-masa awal pembangunannya oleh Nabi Muhammad saw beserta sahabat-sahabat beliau. Namun demikian, bukan berarti bentuk bangunan Masjid Nabawi yang sangat sederhana itu tidak menyampaikan pelajaran berharga apapun bagi kaum muslim yang hidup di masa kini. Tulisan ini bermaksud membahas arsitektur Masjid Nabawi, bukan dari perspektif historisitasnya maupun dari semangat revivalisme terhadap bentuk-bentuk masa lalu. Tulisan ini lebih ditujukan sebagai bentuk eksplorasi dan apresiasi mengenai arti penting Masjid Nabawi dalam memberikan pelajaran di bidang arsitektur di balik seluruh kesederhanaan bentuknya. Nilai-nilai mendasar di dalam Islam yang masih sangat relevan bagi proses berarsitektur di masa kini dan masa depan dapat kita temukan dari arsitektur masjid ini. Lebih jauh, pelajaran tentang asas peradaban Islam yang meliputi kesatuan iman, ilmu, dan amal dapat pula kita temukan di lokus awal peradaban Islam dan kaum muslim ini.

  Read the rest of this entry »

engkau ibuku #repost

Posted on

engkau ibuku..

yang kulihat bukan kemarahanmu,

tetapi kekhawatiranmu atasku..

engkau ibuku..

yang kudengar bukan bentakanmu,

tetapi kesedihan di balik suaramu..

engkau ibuku..

yang kucinta bukan kebaikan-kebaikanmu,

tetapi semua yang ada padamu..

 

buat mama… anakmu ini tak pandai mengungkap cinta, hanya lewat doa… :’)

ilmu dan adab

Posted on

Tiap kali zaman mendidik adabku; ia tunjukkan padaku betapa lemah akalku… ~Imam Syafi’i

Adalah rugi, tak mengambil ilmu dari seorang yang penuh wawasan hanya karena kita tak menyukai akhlaqnya.. Dan adalah lebih rugi, jika hanya mewarisi ilmu saja, padahal kita belajar pada seorang berakhlaq mulia.. ~Imam Syafi’i

 

Masjid Merah Panjunan, Cirebon

Posted on

janjian sama Mrs. Patricia di Masjid Merah Panjunan, Cirebon
janjian sama Mrs. Patricia di Masjid Merah Panjunan, Cirebon
khusyu' dan tawadhu'
khusyu’ dan tawadhu’
gerbang ampunan...
gerbang ampunan…
Alhambra-nya Indonesia... :)
Alhambra-nya Indonesia… 🙂
abis jalan-jalan bareng dikasih bukunya Mrs. Patricia, thanks a bunch Maam :*
abis jalan-jalan bareng dikasih bukunya Mrs. Patricia, thanks a bunch Maam :*

hakikat segala sesuatu

Posted on Updated on

haqă’iq al-asyyă’ tsăbitah, wa l-‘ilmu bihă mutahaqqiq, khilăfan li s-sũfasthă’iyyah.. ~Imam an-Nasafi

artinya, hakikat segala sesuatu itu tetap (dan oleh karena itu bisa ditangkap), tidak berubah (sebab yang berubah hanya sifat-sifatnya, a’radh, lawahiq, atau lawazim-nya saja), sehingga segalanya bisa diketahui dengan jelas… dan kita bukanlah dari golongan sofisme yang keliru karena meragukan kebenaran namun membenarkan keraguan…

pemuda dan ilmu

Posted on Updated on

bersabarlah atas pahitnya hukuman dari seorang guru, sebab di dalam kemarahan guru mengendaplah ilmu…

siapa tidak pernah sedikit pun merasakan susahnya belajar, ia harus menenggak rendahnya kebodohan seusia terhampar…

dan bagi siapa yang di waktu mudanya enggan mengaji bertakbirlah untuknya empat kali, sungguh ia telah mati…

nilai seorang pemuda, demi Allah, adalah di ilmu dan taqwa ketika keduanya tidak ada, tidaklah dianggap keberadaannya…

~Imam Syafi’i