Month: May 2012

cara bertemu

Posted on

kalo aku mau menghubungi kamu.. pakai cara yang aku mau, atau pakai cara yang kamu mau yaa supaya kita bisa terhubung? 🙂

kalo aku maunya nelpon, tapi kamu ndak mau angkat gimana? kalo aku maunya sms, tapi kamu ndak punya hp juga ndak bisa.. kamu maunya gimana?

ternyata kamu maunya didatangi langsung yaa.. okeyy, aku akan pakai cara kamu supaya kita bisa ketemu..

ternyata semudah itu.. ingin bertemu, kita pakai cara yang diinginkan orang yg ingin kita temui, bukan srudak sruduk pakai cara kita sendiri..

sekarang pertanyaannya.. kalau ingin ‘ketemu’ Allah dan curhat pada-Nya, cukup pakai cara kita sendiri ataukah pakai cara yang Ia beri? 😉

aku mencintai…

Posted on

aku mencintai puisi, yang baik karena bermakna..

aku mencintai puisi, yang indah karena sederhana..

aku mencintai puisi, namun bukan yang membodohi..

aku mencintai puisi, hanya yang mengandung kebenaran..

aku mencintai puisi, yang tak bertentangan dengan akal sehat..

aku mencintai puisi, namun hanya yang penuh perhitungan..

aku mencintai ilmu dengan cara yang terkadang bodoh..

aku mencintai logika dengan cara-cara yang tidak logis..

aku mencintai matematika dengan cara yang tak dapat dijelaskan secara matematis..

aku mencintai hidup, setengah mati..

 

intuisi dan ilham

Posted on Updated on

lagi pengin cerita tentang intuisi dan ilham.. istilah ini happening banget nih di kalangan mahasiswa arsitektur *ehh 😀

intuisi.. kata ini bukan berasal dari bahasa indonesia aseli lohh, tetapi diadaptasi dari bahasa enggres..

dalam bahasa aslinya, intuition berarti the state of being aware of or knowing something without having to discover or perceive it. (kamus)

atauuuuu.. something known or believed instinctively, without actual evidence for it. (kamus)

artinya, mengetahui atau menyadari sesuatu tanpa mengetahui alasannya, melihat atau menyaksikan sendiri, atau tanpa bukti yang nyata..

kenapa dikatakan di definisi itu, intuisi sebagai pengetahuan yang tiba-tiba muncul tanpa sumber yang jelas?

karena dalam keilmuan barat, hanya dikenal observasi empiris dan penalaran rasional sebagai sumber ilmu dan pengetahuan..

observasi empiris menggunakan pengamatan inderawi, sedangkan penalaran rasional dengan kekuatan akal pikiran itu sendiri.

mereka tidak mengenal, atau minimal tidak mengakui bahwa wahyu dan ilham juga merupakan sumber ilmu.

karenanya, intuisi dianggap sebagai pengetahuan yang datang tiba-tiba tanpa sumber yang jelas.

padahal, di dalam Islam, pengetahuan semacam itu merupakan ilham yang bersumber dari Allah.

intuisi, dalam terminologi Islam, merupakan keutamaan yang diberikan Allah bagi mereka yang secara sungguh-sungguh mendalami suatu masalah.

dengan kata lain, intuisi itu sama dengan ketajaman mata hati. kepekaan dalam melihat dan membedakan benar dan salah, baik dan buruk.

intuisi adalah ilham yang diberikan Allah kepada orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan orang-orang yang istiqomah dalam berusaha.

dan hati yang bersih hanya dapat diperoleh dengan senantiasa berusaha melaksanakan ketaatan dan menghindari maksiat.

kata Imam Syafi’i, ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan turun kepada ahli maksiat ahli dosa…

itulah kenapa, merancang dengan intuisi sama sekali bukan merancang yang muncul begitu saja tanpa pertanggungjawaban dan pertimbangan.

kalau ada bisikan kyk gitu, maka itu bukan ilham, tapi bisikan hawa nafsu. hati yang hitam tak bisa membedakan mana ilham, mana hawa nafsu..

merancang harus seimbangkan akal dan hati untuk menghasilkan sesuatu yang benar, baik, dan indah. bermanfaat dan tidak menimbulkan mudharat.

puwisi cinta dan logika

Posted on

kalau cinta saja susah kau logikakan,

mengapa Tuhan kau paksakan masuk ke logikamu?

yang tak terjangkau logikamu,

imanmu lah yang mampu..

puwisi pendapat…

Posted on

untukmu agamamu, untukku agamaku.

untukmu pendapatmu, untukku pendapatku.

jika tak semua pendapat benar menurutmu,

bagaimana mungkin semua agama begitu?

hati dan rasa

Posted on

menuruti kata hati itu beda lohh dengan menuruti perasaan. hati itu qalb, rasa itu dzawq..

sering kita ngelakuin yang salah dgn alasan ngikutin kata hati.. padahal hati itu tempatnya membedakan yg benar dan yg salah..

karena itu, ada kalimat yg terkenal juga dlm bahasa inggris: “to do what’s right, instead of what FEELs right.”

feel = rasa = dzawq..

puwisi doa…

Posted on

bagaimana jika, kita berhenti bicara, dan mulai mendoakan satu sama lain..? 🙂