curcol tentang dunia praksis para dosen :)

Posted on

Menurut saya, mroyek bukan alasan dosen bisa ninggalin mahasiswa dan jarang ke kampus. Saya juga mroyek kug, tapi tetap bisa ngampus tiap hari. Kuncinya cuma satu: sangguplah mbayar banyak anggota tim. Kalo mulai ngonsep, nyeket, 3D, sampai gambar kerja dikerjakan sendiri karena males bayar anggota tim yang memadai, akhirnya ya jadi keteteran di kewajiban utama sebagai dosen.
Emang keuntungan finansialnya jadi lebih sedikit sie, tapi yang sedikit itu smoga tetap berkah karena tak mengorbankan hak mahasiswa yang notabene adalah kewajiban kita.
Kalo dibilang ndak profesional, saya ini emang bukan arsitek profesional kug.. Saya ini dosen profesional. Saya harus tahu benar mana prioritas tertinggi saya. Kalo ndak, gaji PNS saya bisa ndak berkah jadinya. Honor mroyek saya juga jadi ndak berkah pada akhirnya. Kalo sumber2 rejeki saya ndak berkah, apa jadinya hidup saya?
Well, sekian curcol dari arsitek tak profesional kayak saya ini teman-teman..😛
*note: curcol ini tak berlaku untuk para arsitek profesional kayak teman2 kuliah saya dulu yang keren2 abis karyanya.. i’m just a dust compared to them..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s