Puisi Eko Prawoto

Posted on

mungkin kita hanyalah sehelai daun mungil
dalam kerimbunan pohon besar,
atau ujung dari akarnya yang lembut
dalam himpitan kegelapan tanah,
atau hanya ranting rapuh
tempat bertengger tunas atau bunga…
namun, dari kerelaan kerja peran-peran kecil itulah,
kehidupan menjadi terjaga.

Puisi ini saya ambil dari kata pengantar Eko Prawoto untuk buku Galih Widjil Pangarsa yang berjudul “Arsitektur untuk Kemanusiaan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s