Month: January 2009

Grand Masjids Architecture and Political Intention Within

Posted on Updated on

Jika dilihat sepintas dari kacamata awam, arsitektur dan politik merupakan dua bidang yang terpisah jauh dan mengurusi hal-hal yang berbeda. Walaupun begitu, sebagian besar arsitek maupun politisi tampaknya telah paham benar, bahwa memang terdapat keterkaitan di antara keduanya pada level-level tertentu. Seperti hubungan simbiosis mutualisme dalam ilmu biologi, begitu pulalah tampaknya sebagian hubungan antara arsitektur dan politik dapat digambarkan, saling menguntungkan. Arsitektur seringkali digunakan sebagai alat pembentukan imej oleh penguasa atau pemerintah, baik imej terhadap wilayah yang dipimpinnya maupun imej diri dan pemerintahannya sendiri. Sebaliknya, realisasi dari konsep-konsep arsitektur pun acap kali didukung oleh kekuatan politik atau kebijakan pemerintah, terutama untuk arsitektur berskala besar atau berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Tentu saja, hubungan ini tidak selalu menguntungkan. Terkadang, hubungan antara keduanya bisa jadi saling merugikan. Sebagai contoh, hubungan yang merugikan ini tampak pada saat pembangunan proyek prestisius kuil Parthenon di Yunani. Secara umum, pembangunan proyek ini telah berdampak pada melemahnya pertahanan nasional negara ini. Pengalihan dana pertahanan secara besar-besaran oleh penguasa saat itu kepada proyek kuil Parthenon telah mengakibatkan dampak buruk yang berkepanjangan bagi kelangsungan Yunani dan aliansinya (Antoniades, 1990: 155).

Read the rest of this entry »

Advertisements