Cermin Pandangan Hidup

Posted on

Apakah yang dapat diceritakan
oleh sebuah karya arsitektur,
selain kegunaan, kekokohan
dan
keindahan?
Dapatkah kita mendengar
cerita tentang hidup dan kehidupan
dari benda yang dianggap
tak bernyawa?
Atau bisa jadi sebenarnya ia
lebih dari sekedar benda mati
yang tak punya makna…
Ia mungkin sama hidupnya dengan
manusia yang dinaunginya
Ia mendengar, melihat, merasa, dan bicara
dalam cara yang tak dimengerti manusia.
Lalu manusia,
apakah perannya bagi kehidupan
yang terkandung dalam arsitektur itu?
Manusia melukiskan jiwanya sendiri
di dalam setiap karya arsitekturnya.
Ia meresapkan pandangan,
cita-cita dan sikap hidup ke dalamnya,
sehingga setiap bentuk yang terhadir
menjadi cermin bagi dirinya sendiri,
tempat berkaca dan berintrospeksi.
Dan arsitektur pun akan berbicara lebih banyak
hanya pada manusia yang bersedia
meluangkan waktu dan merendahkan hati
untuk mendengar bukan sekedar ucapannya sendiri
dan berkaca bukan hanya pada diri sendiri.

3 thoughts on “Cermin Pandangan Hidup

    adhi said:
    December 14, 2008 at 11:41 am

    Cermin Pandangan Hidup yang tergoreskan dengan indah …. salam kenal

    ariflarosarch said:
    December 17, 2009 at 2:00 pm

    Ass mualaikum.
    Bu yulia, gmn sih caranya mndapatkan inspirasi mnulis tentang arsitektur?
    isi artikelnya keren dan berbobot.
    Trims.
    wassalam

    Yulia Eka Putrie responded:
    December 18, 2009 at 6:19 am

    waalaikumsalam arif, terima kasih ya…
    inspirasi untuk menulis tentang arsitektur bisa dari mana aja dan dari hal-hal sederhana kok… yang penting, ketika kita melihat setiap hal yang menarik perhatian kita, kita belajar untuk membuat tanggapan terhadap hal itu, tidak berhenti hanya pada aktivitas melihat saja. misalnya ketika jalan-jalan ke desa, kita bisa mendokumentasi rumah-rumah di desa itu, kemudian membuat tulisan singkat tentang hal-hal menarik yang kita temui di sana. walaupun sekedar deskripsi dan mungkin hanya satu paragraf, tapi dari sana kita bisa benar-benar melatih kepekaan kita akan hal-hal yang terjadi di masyarakat. selain itu, kunci dari kualitas penulisan kita adalah banyak membaca. kegiatan membaca memberi kita referensi mengenai cara2 orang lain menuangkan pikiran dan pendapatnya ke dalam paragraf demi paragraf tulisannya. membaca juga menjadikan kita memiliki banyak pengetahuan yang bisa kita tuangkan kembali dalam tulisan kita. mungkin itu aja dulu yang bisa saya berikan, kalau arif mau tambahan referensi bisa masuk ke website astudioarchitect.com, di sana banyak tulisan bagus tentang arsitektur, terutama di bagian “artikel khusus”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s