MUQARNAS, Ungkapan Keagungan Nilai Islam dalam Arsitektur

Posted on Updated on

Dalam khasanah arsitektur Islam, seni dekorasi dikembangkan sampai pada tingkat kompleksitas dan keindahan yang sangat tinggi. Salah satu bentuk terindah dari seni dekorasi ini adalah muqarnas. Muqarnas merupakan wujud dekorasi tiga dimensi pada interior kubah bangunan yang terinspirasi oleh komposisi geometris sarang lebah. Tidak seperti seni dekorasi lain yang umumnya berwujud dua dimensi, muqarnas bertransformasi menjadi seni dekorasi yang meruang.
Secara arsitektural, ternyata muqarnas bukanlah sekedar elemen dekoratif semata. Tekstur tiga dimensional yang dimilikinya membuat muqarnas memantulkan dan membaurkan cahaya yang masuk dari luar. Cahaya ini memperkuat kesan meruang yang dibentuk oleh setiap relung muqarnas. Cahaya ini kemudian juga diteruskan ke ruangan yang berada di bawahnya. Dengan demikian, ruangan itu mendapatkan penerangan difus yang merata dan tidak menyilaukan. Seperti kita ketahui, di dalam arsitektur cahaya merupakan salah satu elemen terpenting yang mempengaruhi suasana ruang. Cahaya membentuk kedalaman ruang, gelap-terang dan pembayangan. Cahaya juga menentukan proporsi ruang secara keseluruhan.

Muqarnas berfungsi pula sebagai elemen akustik bagi ruang di bawahnya. Relung-relung yang terdapat pada muqarnas berfungsi sebagai alat penyerapan dan refleksi difus suara. Dengan begitu, muqarnas dapat dikatakan merupakan penerapan konsep ‘building as a specific system for itself’, artinya elemen dekoratif ini dirancang sebagai suatu sistem yang mengatasi sendiri masalah-masalah yang terdapat di dalam bangunannya, seperti masalah akustik, pencahayaan, dan sebagainya. Karenanya, tidak dibutuhkan lagi penambahan elemen-elemen akustik khusus di dalam bangunan yang bersangkutan.

Dalam tataran makna, perulangan-perulangan desain yang mengalir seolah tanpa akhir dalam muqarnas, merupakan gambaran konseptual dari keyakinan manusia akan kekuasaan Allah SWT. Pola-pola perulangan dan kontinuitas dalam seni dekorasi Islam, sebagian besar dijiwai oleh kesadaran makhluk akan kebesaran dan kekuatan Allah SWT yang tanpa batas. Pola-pola geometris itu dikembangkan sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya tak dapat membedakan batas awal dan akhirnya.

Kerumitan perhitungan matematis pada bidang lengkung yang berbentuk kubah, melukiskan betapa tingginya estetika ciptaan Allah SWT yang sering kali diremehkan oleh manusia, yaitu sarang lebah. Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.…. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An Nahl:68-69)

Dari ayat di atas dapat kita ketahui, bahwa kemampuan lebah membuat sarang yang teramat rumit merupakan kemampuan yang diilhamkan Allah SWT kepada mereka. Harun Yahya mengemukakan bahwa kantung-kantung heksagonal pada sarang lebah merupakan bentuk yang paling optimal sebagai sarana penyimpanan madu, dibandingkan dengan bentuk-bentuk segi empat atau pun lingkaran. Bentuk-bentuk lingkaran yang disatukan menyisakan ruang-ruang kecil yang tak dapat digunakan. Sementara itu, bentuk-bentuk segi empat membutuhkan bahan baku dinding yang lebih banyak daripada bentuk heksagonal, untuk sebuah ruang dengan luas yang sama. Secara horisontal, proporsi dari setiap relung dalam muqarnas diperhitungkan dengan cermat, sehingga tidak terdapat ruang sisa dalam pertemuan bagian awal dan akhirnya. Begitu pula secara vertikal, permainan besar kecil relung menunjukkan komposisi yang sangat baik secara visual. Hal ini tentu membutuhkan kecerdasan dan kemampuan yang tinggi dalam perhitungannya. Seniman-seniman Muslim pada masa lalu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merancang dan membuat muqarnas secara detail. Sebaliknya, makhluk yang teramat kecil dan lemah dapat dengan mudah membuatnya setiap hari dengan ijin Allah SWT. Konsep kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Khaliqnya inilah yang menjiwai setiap desain karya arsitektur Islam di masa lalu.

Lebih jauh, di dalam buku ”Islamic Architecture: Form, Function and Meaning” disebutkan pula, bahwa muqarnas merupakan interpretasi dari tempat yang tinggi. Seperti sarang lebah yang selalu terletak di tempat yang tinggi, muqarnas terletak di langit-langit ruang dan bagian dalam kubah bangunan. Dari bagian bawah kubah, seseorang akan melihat jauh ke atas kepada hanya satu titik yang tertinggi. Hal ini merupakan interpretasi dari kesadaran manusia akan ke-Maha Tinggi-an Allah SWT.

Demikianlah, bentuk-bentuk arsitektur yang hadir di masa lalu selalu terhubung dengan keimanan dan keyakinan yang mendalam akan keagungan dan kebesaran Allah SWT. Seniman-seniman dan arsitek di masa lalu tak pernah melepaskan diri dan keilmuan mereka dari Islam sebagai jalan hidup (way of life) mereka. Karenanya, setiap karya arsitektur yang hadir selalu terasa lebih hidup dan bermakna. Allahu a’lam bish-shawab.

DAFTAR REFERENSI
Al-Faruqi, Ismail Raji. 1986. Seni Tauhid, Esensi dan Ekspresi Estetika Islam. Yayasan Bentang Budaya: Yogyakarta

Anonim. _________. The Concept of Decoration in Islamic Architecture. http://www.islamicart.com/main/architecture/decorate.html
Esposito, John L. 1999. The Oxford History of Islam. Oxford University Press: New York
Hattstein, M dan Delius, P. 2000. Islam Art and Architecture. Konemann: Cologne
Hillenbrand, Robert. 1994. Islamic Architecture: Form, Function and Meaning. Columbia University Press: New York
Matin, Andra. 2005. Peranan Akustik pada Perencanaan Arsitektur. Disampaikan pada Seminar Nasional ‘Acoustic in Aesthetic’. Surabaya, 26 September 2005
Yahya, Harun. 2003. Arsitek-arsitek di Alam, VCD. NCR: Harun Yahya SeriesYulia Eka Putrie, ST
Dosen Jurusan Arsitektur UIN Malang
yuliaeka_p@yahoo.com

One thought on “MUQARNAS, Ungkapan Keagungan Nilai Islam dalam Arsitektur

    gene turangan said:
    June 2, 2008 at 7:04 pm

    Salam,
    Kami pengrajin “zillij craftmen” ingin menyumbang tips re.”muqarnas” ,video clip Jean Marc Castera (artis matematika)
    http://web.cast.free.fr/webcast05/webcast05.htm
    Rgds,Turangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s