Month: January 2008

Is this (no) architecture??

Posted on Updated on

no-arch-1.jpgPernahkah, pada saat-saat tertentu yang tidak terencana, kita menemukan gubuk semacam ini di tengah-tengah lingkungan kota yang penuh dengan bangunan-bangunan kokoh dan berdinding bata? Jika ya, apakah yang terlintas dalam benak kita ketika melihatnya? Apakah kita sempat berpikir tentangnya? Ataukah gubuk sesederhana ini bahkan tidak mampu mencuri perhatian kita walau sejenak? Ia mungkin hanya tertangkap oleh mata kepala tanpa pernah sampai ke mata hati kita.

Sebagian orang mungkin akan menggeleng penuh rasa iba jika memikirkan nasib orang-orang yang mendiami gubuk ini. Sebagian lagi bisa jadi berpikir tentang betapa tidak layaknya gubuk ini untuk dijadikan tempat berhuni. Sementara kita, orang-orang yang berkecimpung di dunia arsitektur, mungkin akan mempertanyakan apakah bangunan ini pantas diklasifikasikan sebagai arsitektur, ataukah hanya pantas menduduki posisi sebagai “bangunan” belaka. Jika ia bukan dianggap bagian dari arsitektur, maka alangkah kejam rasanya ilmu ini menyepaknya keluar dari ruang lingkup keilmuan dan kepeduliannya. Jika ia merupakan bagian dari arsitektur, aspek mana sajakah dari dirinya yang dapat memenuhi kriteria untuk disebut sebagai sebuah “arsitektur”?

Read the rest of this entry »

Analogi Arsitektur di dalam al-Qur’an

Posted on Updated on

analogi-upload-1.jpgAl-Qur’an sebagai kitab pedoman utama kehidupan, sesungguhnya merupakan lautan hikmah dan pelajaran yang tak terkira tepi dan dasarnya. Al-Qur’an menjadi inspirasi dan dasar bagi penulisan begitu banyak buku sesudahnya. Tidak tercatat dalam sejarah, sebuah kitab pun yang dapat menandingi al-Qur’an dalam hal ini. Berjuta buku yang telah ditulis berdasarkannya pun tak sanggup menguraikan isi dan kandungan al-Qur’an secara menyeluruh. Hal ini disebabkan isi dan kandungannya yang begitu luas dan dalam untuk diselami. Karenanya, setiap usaha untuk mengambil pelajaran dan memperoleh hikmah dari sebagian kecil isi dan kandungan al-Qur’an pun akan sangat berarti bagi perkembangan pengetahuan dan peningkatan kesadaran kita sebagai makhluk Allah swt.

Read the rest of this entry »

Holocaust dan Arsitektur

Posted on Updated on

Holocaust adalah sebuah kata yang senantiasa terdengar hingga saat ini dan telah tertanam dalam memori banyak orang. Membicarakannya berarti juga membicarakan sejarah panjang bangsa Yahudi di pentas dunia. Holocaust, seperti yang telah kita ketahui, merupakan peristiwa pembasmian etnis secara sistematis (genocide) terbesar di dunia yang terjadi selama Perang Dunia II oleh Nazi Jerman terhadap orang-orang Yahudi di penjuru Eropa. Holocaust saat ini merupakan alat legitimasi terkuat bagi bangsa Israel bagi pendudukannya terhadap bangsa Palestina, sebuah usaha genocide yang sama yang mereka timpakan terhadap suatu bangsa yang tak memiliki sangkut paut apapun dengan peristiwa genocide yang mereka alami.

Saat ini, di tengah kontroversi dunia mengenai valid tidaknya peristiwa Holocaust yang menimpa bangsa Yahudi, mereka memandang bahwa pemeliharaan terhadap keberlanjutan memori kolektif akan peristiwa itu di dalam hati dan pikiran masyarakat Yahudi generasi selanjutnya sangat urgen bagi keberlanjutan usaha mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina. Seperti telah santer diberitakan, Presiden Iran Ahmadinejad dengan berani menyatakan bahwa peristiwa Holocaust itu sebenarnya hanya isapan jempol belaka. Pernyataan Ahmadinejad ini bahkan memperoleh dukungan dari 12 profesor sejarah dari beberapa universitas di Jerman. Mereka menyatakan pula bahwa peristiwa itu didramatisasi oleh Israel dengan tujuan yang jauh lebih kejam daripada peristiwa Holocaust itu sendiri. Lebih dari pembasmian sebuah bangsa, apa yang dilakukan oleh bangsa Israel saat ini sebenarnya merupakan pembasmian sebuah peradaban. Mereka melakukan lebih dari pembunuhan dan penculikan, namun juga pembumihangusan aset-aset pendidikan, kesehatan dan ekonomi, serta pencurian dan penghangusan data-data penting bangsa Palestina, menjadikan bangsa ini kehilangan modal yang sangat berharga bagi usaha membangkitkan diri di tengah keterpurukan yang ditimpakan secara terus-menerus oleh bangsa Israel.

Dengan demikian, jelaslah bahwa setiap usaha penghapusan citra kekejaman Holocaust oleh pihak lain selalu merupakan ancaman bagi bangsa Israel. Pemeliharaan memori tentang Holocaust, seperti dinyatakan Yael Padan dalam Architectural Design, lebih dari sebuah penghargaan dan peringatan yang ditujukan bagi para korban Holocaust itu sendiri. Secara sangat eksplisit, ia menyatakan bahwa usaha ini bertujuan untuk menjaga Holocaust agar tetap hidup sebagai bagian penting dari narasi tentang sebuah negara yang bernama Israel. Lebih dari sekedar usaha pengingatan tentang masa lalu, memori Holocaust memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa Israel dengan segala tujuannya.

Read the rest of this entry »