Creativity in the Perspective of Islamic Architecture: A case of dealing positively with constraints and limitations

1 08 2010

Presented in Artepolis 3 International Conference on Creative Collaboration and the Making of Place: Bandung, 22-24 July 2010

INTRODUCTION

From ancient cultures to modern civilizations across the world, we can evidently see traces of creativity in every human-made object. Creativity has taken an important place in the process of creating new objects or producing new ideas. Creativity also has affected a large part of our today’s lives through innovations and inventions in technology, art, science, etc. Therefore, creativity can be considered as a key to the development of our civilization.

Despite the importance of creativity, the definition of creativity itself is vague and complex (Robinson, 2008: 3). There is a lack of agreement about what the term creativity means. Torrance note that some definitions are formulated in terms of a product, while others are formulated in terms of a process, a kind of person, or a set of conditions (Torrance in Robinson, 2008: 3). In general, creativity is often described as an ability in making something uncommon, or something common in an uncommon way.  In other words, creativity is an ability to use the imagination to develop new and original ideas or things, especially in an artistic context (Encarta Dictionaries, 2008). According to Webster’s Dictionary the definition of creativity is artistic or intellectual inventiveness. Creativity is marked by the ability or power to create or bring into existence, to invest with a new form, to produce through imaginative skill, to make or bring into existence something new (Robinson, 2008: 6). Random House Webster’s College Dictionary 2nd Edition even stated that creativity is defined as “the ability to create meaningful new forms, etc.” (Robinson, 2008: 6).

Unfortunately, this lack of adequate definition of creativity has also affected in the way people practicing it. In architecture, the above Random House’s definition of creativity is often misunderstood as an ability to make certain unusual or distinct shapes and forms of buildings. The more eye-catching and striking the building, the more creative the architect will be judged by his surroundings. This kind of mindset may lead to a destructive competition between architects in order to create new amazing buildings with the intention of seeking fame or recognition from others. Nowadays, we can easily set our eyes on those kinds of buildings all over the world. They are designed and built with a hidden agenda to flourish the image of their owners and architects.

Furthermore, this definition of creativity as an ability to create meaningful new forms is also frequently associated with freedom of expressions. Some architects and artists love to use these phrases to justify their ‘unique’ and eccentric designs. One of the mainstream in art is also known by their l’art pour l’art jargon. This jargon reflected their disputes on limitations, whether by law, morality, religion, or anything else outside art itself, in their creativity process. Faisal Ismael, for example, mentioned in his book, Paradigma Kebudayaan Islam, that one of the effects of  correlating art and religion is  the limitation of freedom and creativity in art itself (Ismael, 1996: 65-66).  This statement indicates that there are certain way of thinking that considers constraints as a bound for creativity.

Such opinions, even in some sort of situations are quite tolerable, seem to indicate problems when creativity has to deal with constraints or limitations. Constraints, as has been generally known, are never absent in any circumstances of design. Unfortunately, architects and artists, consciously or unconsciously, often perceived constraints or limitations as a bound for their creativity in design. This mindset takes effect in negative attitude towards constraints as opposed to creativity. Thus, the negative perspective will strike their mind and influence the way they face those constraints along the process of design.

This paper is intended to show that both constraint and creativity are conjoined in a positive notion. Islamic architecture is used as a viewpoint, because in the perspective of Islamic architecture, there is no such thing called total freedom. When we talk about Islamic architecture, we will have to deal with some constraints that arised from Islamic values and worldview. It is noteworthy to explore how Islamic architecture can be developed creatively while people think that there are so many constraints in this field of study.

Read the rest of this entry »





Medinanet.org

8 05 2010

Kindly be informed that there is a new and potentially very exciting project aiming to promote the idea of Islamic built environment based on the worldview, teachings and value system of Islam.

The project is in its embryonic phase. Thus, your visits, membership, constructive feedbacks and contributions, etc., will be appreciated.

Kindly visit: http://www.medinanet.org





Call for Papers: Journal of Islamic Architecture

31 10 2009

Journal of Islamic ArchitectureJournal of Islamic Architecture, Volume 1 Issue 2 December 2010

Dear all Under/Postgraduate Students and Academic Scholars of Architecture who have deep concern and awareness of the development of Islamic Architecture,

We gladly invite you to submit your scientific writings in widespread themes of Islamic Architecture to our “Journal of Islamic Architecture”. The journal is published by International Center for Islamic Architecture from the Sunnah (CIAS), Department of Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

  

 

Writing Guidelines

  1. Language in English or Indonesian (Abstract in both English and Indonesian)
  2. A4 page size
  3. 20 – 30 pages
  4. Font Trebuchet 11
  5. Double spacing
  6. Endnote quotation (Numbering Reference)

 

Paper Structure

Title, Author(s), Correspondence and e-mail address, Abstract (in English), Introduction, Method (for research-based articles), Content, Conclusion, Reference

Paper Submission

  1. Submissioned by e-mail to journal.islamicarchitecture@gmail.com
  2. Deadline  1 April 2010
  3. Questions and suggestions can be addressed to yuliaeka_p@yahoo.com
  4. More about the instruction for authors: Instruction for Authors




Samarinda Islamic Center

30 10 2009




Bagaimana Islam Menyikapi Takhayul dalam Proses Berarsitektur (Sebuah Bahan Renungan bagi Masyarakat Muslim)

11 09 2009

Salah satu prinsip yang sangat penting dalam proses berarsitektur di dalam Islam, adalah meniadakan kepercayaan-kepercayaan yang tidak berdasar dalam setiap proses perencanaan, pembangunan maupun pemanfaatan setiap bangunan. Salah satu jenis bangunan yang seringkali dikaitkan dengan berbagai kepercayaan ini adalah bangunan rumah tinggal. Sayangnya, prinsip dasar yang penting ini seringkali malah dilupakan dan dilanggar sendiri oleh sebagian masyarakat muslim. Karenanya, penulis menujukan tulisan ini bagi masyarakat muslim, termasuk praktisi dan akademisi muslim. Di dalam artikel ini penulis akan berusaha memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan dasar pemikiran dari larangan mendasarkan diri pada kepercayaan yang salah, dan dampak-dampak yang bisa jadi ditimbulkan dari diyakininya kepercayaan-kepercayaan yang tidak ada dasarnya di dalam agama itu oleh masyarakat muslim.

Read the rest of this entry »





New Book: Rumah Ramah Lingkungan

31 08 2009

COVER DEPAN RRL

 

 An Excerpt:

Kerusakan lingkungan hidup dan lingkungan sosial sesungguhnya telah nyata keberadaannya di tengah-tengah kita. Namun demikian, dari sekian banyak tanda yang terlihat oleh mata kepala kita, ternyata hanya sedikit yang bisa sampai ke mata hati kita. Tidak ada yang kita lakukan selain menunggu kerusakan itu menimpa diri sendiri dan keluarga, untuk kemudian kita sesali kedatangannya. Bahkan setelah bencana itu datang pun, tak jarang kita beralasan tak memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu, karena merasa bukan ‘siapa-siapa’ dan hanya ‘orang biasa’. Padahal, setiap manusia diberi kemampuan oleh Allah swt untuk menjadi pemimpin dan mengadakan perbaikan, bahkan di lingkungan terkecil sekalipun. Di dalam lingkungan terkecil itu, kita memiliki kemampuan untuk mengubah dan memperbaiki kerusakan yang ada, walaupun sedikit demi sedikit. Lingkungan terkecil itu berada sangat dekat dengan kita, dan kita hidup di dalamnya setiap hari. Lingkungan terkecil yang begitu dekat itu adalah rumah kita sendiri.

Read the rest of this entry »





Gambaran Surga dan Arsitektur Bumi

7 08 2009

masjid cordovaDi dalam dunia arsitektur penulis mendapati sebuah pandangan yang keliru ketika menempatkan gambaran tentang surga sebagai inspirasi fisik arsitektur yang ideal di muka bumi. Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika kita mengagumi keindahan rumah di surga yang digambarkan di dalam al-Qur’an dan terinspirasi olehnya. Namun, gambaran tentang keindahan surga di dalam al-Qur’an ini sesungguhnya bukanlah ditujukan agar manusia membangun tempat yang ‘serupa’ di muka bumi. Spahic Omer (2009a: 14), menjelaskan bahwa kenikmatan tiada tara di surga berada di luar jangkauan kognitif manusia di dunia. Kesamaan jenis kenikmatan pada keduanya tidak lebih dari kesamaan dalam nama atau penyebutan semata. Selain dikarenakan ketidakmungkinan untuk menyamai keindahan surga, gambaran akan keindahan rumah di surga sesungguhnya lebih ditujukan agar manusia berlomba-lomba berbuat amal kebaikan yang dapat mengantarkannya ke surga.

Read the rest of this entry »





Belajar Arsitektur dari Sarang Semut

24 06 2009

“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.” (QS. An-Naml [27]:17-19)

analisa semutSalah satu makhluk mungil yang memberikan berjuta pelajaran, adalah makhluk yang sehari-hari sangat sering berinteraksi dengan kita. Karena mungilnya, semut barangkali merupakan makhluk yang paling sering diremehkan oleh manusia. Dijelaskan pada ayat di atas, perkataan seekor semut yang takut terinjak, karena manusia seringkali tidak menyadari keberadaan mereka. Hal yang menakjubkan, adalah bahwa semut-semut itu seolah-olah telah memahami dan tidak menyalahkan Nabi Sulaiman as. dan pasukannya, apabila mereka tanpa sengaja menginjak sarang, bahkan tubuh semut itu sendiri. Suatu kearifan besar yang dapat dipelajari dari makhluk yang kecil ini. Karenanya, pada pembahasan mengenai arsitektur sarang semut ini, kita akan menggali sebagian kecil dari keajaiban dan pelajaran yang sejak lama telah ditujukan kepada manusia, agar terhindar dari kesombongan diri, yang sebagian disebabkan oleh ketidaktahuan akan kebesaran Allah swt.

Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.