Holocaust adalah sebuah kata yang senantiasa terdengar hingga saat ini dan telah tertanam dalam memori banyak orang. Membicarakannya berarti juga membicarakan sejarah panjang bangsa Yahudi di pentas dunia. Holocaust, seperti yang telah kita ketahui, merupakan peristiwa pembasmian etnis secara sistematis (genocide) terbesar di dunia yang terjadi selama Perang Dunia II oleh Nazi Jerman terhadap orang-orang Yahudi di penjuru Eropa. Holocaust saat ini merupakan alat legitimasi terkuat bagi bangsa Israel bagi pendudukannya terhadap bangsa Palestina, sebuah usaha genocide yang sama yang mereka timpakan terhadap suatu bangsa yang tak memiliki sangkut paut apapun dengan peristiwa genocide yang mereka alami.
Saat ini, di tengah kontroversi dunia mengenai valid tidaknya peristiwa Holocaust yang menimpa bangsa Yahudi, mereka memandang bahwa pemeliharaan terhadap keberlanjutan memori kolektif akan peristiwa itu di dalam hati dan pikiran masyarakat Yahudi generasi selanjutnya sangat urgen bagi keberlanjutan usaha mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina. Seperti telah santer diberitakan, Presiden Iran Ahmadinejad dengan berani menyatakan bahwa peristiwa Holocaust itu sebenarnya hanya isapan jempol belaka. Pernyataan Ahmadinejad ini bahkan memperoleh dukungan dari 12 profesor sejarah dari beberapa universitas di Jerman. Mereka menyatakan pula bahwa peristiwa itu didramatisasi oleh Israel dengan tujuan yang jauh lebih kejam daripada peristiwa Holocaust itu sendiri. Lebih dari pembasmian sebuah bangsa, apa yang dilakukan oleh bangsa Israel saat ini sebenarnya merupakan pembasmian sebuah peradaban. Mereka melakukan lebih dari pembunuhan dan penculikan, namun juga pembumihangusan aset-aset pendidikan, kesehatan dan ekonomi, serta pencurian dan penghangusan data-data penting bangsa Palestina, menjadikan bangsa ini kehilangan modal yang sangat berharga bagi usaha membangkitkan diri di tengah keterpurukan yang ditimpakan secara terus-menerus oleh bangsa Israel.
Dengan demikian, jelaslah bahwa setiap usaha penghapusan citra kekejaman Holocaust oleh pihak lain selalu merupakan ancaman bagi bangsa Israel. Pemeliharaan memori tentang Holocaust, seperti dinyatakan Yael Padan dalam Architectural Design, lebih dari sebuah penghargaan dan peringatan yang ditujukan bagi para korban Holocaust itu sendiri. Secara sangat eksplisit, ia menyatakan bahwa usaha ini bertujuan untuk menjaga Holocaust agar tetap hidup sebagai bagian penting dari narasi tentang sebuah negara yang bernama Israel. Lebih dari sekedar usaha pengingatan tentang masa lalu, memori Holocaust memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa Israel dengan segala tujuannya.
Read the rest of this entry »
Recent Comments