Pendekatan Psikologi Arsitektur dalam Perancangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota-Kota Multikultural

23 01 2010

(Diformat ulang dari Makalah untuk Seminar Nasional UUPR Jurusan PWK Universitas Brawijaya Malang, 29 April 2009)

Yulia Eka Putrie & Nunik Junara

Pada kota-kota dengan penduduk yang multikultural, permasalahan lingkungan hidup acap kali berkaitan dengan meningkatnya jumlah pendatang dan kurangnya rasa memiliki dari masyarakat pendatang terhadap kota tersebut. Citra kota pun terdegradasi akibat kenyataan ini. Karenanya, penyediaan RTH sebagai salah satu jalan penyelesaian permasalahan lingkungan hidup, selain mempertimbangkan faktor-faktor fisik, juga harus mempertimbangkan faktor-faktor psikologis penduduk yang multikultural ini. Dari sudut pandang psikologi arsitektur, faktor-faktor psikologis yang tidak kasat mata justru berpengaruh besar terhadap keberhasilan perancangan arsitektur. Karena itu, pendekatan ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam perancangan RTH di kota multikultural. Dengan pendekatan psikologi arsitektur, pemerintah dapat lebih bertindak sebagai pendorong dan pengarah. Pemerintah dapat menanamkan rasa bangga dan ikut memiliki kepada masyarakat pendatang. Salah satu contoh penerapan konsep ini adalah dengan lomba taman yang tampaknya sederhana. Masyarakat pendatang berperan melalui paguyubannya masing-masing untuk menampilkan segi-segi positif daerahnya pada RTH yang disediakan. Seluruh penduduk pun dapat menyaksikan bahwa para pendatang telah ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan lingkungan kota. Taman-taman itu menjadi daya tarik visual yang tidak sekedar menunjukkan eksistensi masyarakat pendatang, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi bagian dari kota yang mereka tinggali. Dengan demikian, citra kota pun meningkat, baik di mata penduduknya sendiri maupun di mata para wisatawan.

  Read the rest of this entry »





Reality Show Renovasi Rumah Tinggal dan Budaya Berhuni Masyarakat Kurang Mampu

23 01 2010

(Diformat ulang dari presentasi panel dan makalah untuk Seminar Nasional Riset Arsitektur dan Perencanaan (SERAP)1 Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM, 16 Januari 2010)

Yulia Eka Putrie & Luluk Maslucha

Salah satu acara reality show di televisi yang dikenal masyarakat saat ini adalah acara renovasi rumah tinggal bagi masyarakat kurang mampu. Terdapat cukup banyak dampak positif dari acara-acara semacam itu bagi masyarakat penerima bantuan dan para pemirsa televisi pada umumnya. Walaupun demikian, terdapat pula beberapa dampak negatif yang muncul akibat acara-acara itu terhadap masyarakat kurang mampu, baik penghuni rumah yang bersangkutan maupun anggota masyarakat lain yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak-dampak negatif dari hasil renovasi hunian terhadap masyarakat kurang mampu yang menerima bantuan, terutama dalam aspek-aspek fisik hunian dan budaya berhuni mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang merupakan penelitian awal bagi Evaluasi Purna Huni yang akan dilakukan setelahnya. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari aspek fisik dan aspek non-fisik dari hunian-hunian yang telah mengalami renovasi. Terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini, yaitu (1) terdapat beberapa aspek kualitas fisik bangunan dan ruang-ruang di dalam hunian yang kurang memadai untuk kehidupan berhuni, (2) terdapat keseragaman dan kemonotonan rancangan fisik bangunan pada sebagian besar hunian hasil renovasi tanpa mempertimbangkan perbedaan budaya berhuni, latar belakang, dan karakteristik masing-masing penghuni, (3) terdapat indikasi upaya pengubahan yang signifikan pada arsitektur hunian tanpa pertimbangan tentang kekhasan budaya berhuni pemilik masing-masing hunian, dan (4) terdapat indikasi upaya untuk mengarahkan para penghuni untuk mengikuti standar berkehidupan dan berhuni tertentu yang dianggap lebih layak.

Read the rest of this entry »





Call for Papers: Journal of Islamic Architecture

31 10 2009

Journal of Islamic ArchitectureJournal of Islamic Architecture, Volume 1 Issue 2 December 2010

Dear all Under/Postgraduate Students and Academic Scholars of Architecture who have deep concern and awareness of the development of Islamic Architecture,

We gladly invite you to submit your scientific writings in widespread themes of Islamic Architecture to our “Journal of Islamic Architecture”. The journal is published by International Center for Islamic Architecture from the Sunnah (CIAS), Department of Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

  

 

Writing Guidelines

  1. Language in English or Indonesian (Abstract in both English and Indonesian)
  2. A4 page size
  3. 20 – 30 pages
  4. Font Trebuchet 11
  5. Double spacing
  6. Endnote quotation (Numbering Reference)

 

Paper Structure

Title, Author(s), Correspondence and e-mail address, Abstract (in English), Introduction, Method (for research-based articles), Content, Conclusion, Reference

Paper Submission

  1. Submissioned by e-mail to journal.islamicarchitecture@gmail.com
  2. Deadline  1 April 2010
  3. Questions and suggestions can be addressed to yuliaeka_p@yahoo.com
  4. More about the instruction for authors: Instruction for Authors




Samarinda Islamic Center

30 10 2009





Bagaimana Islam Menyikapi Takhayul dalam Proses Berarsitektur (Sebuah Bahan Renungan bagi Masyarakat Muslim)

11 09 2009

Salah satu prinsip yang sangat penting dalam proses berarsitektur di dalam Islam, adalah meniadakan kepercayaan-kepercayaan yang tidak berdasar dalam setiap proses perencanaan, pembangunan maupun pemanfaatan setiap bangunan. Salah satu jenis bangunan yang seringkali dikaitkan dengan berbagai kepercayaan ini adalah bangunan rumah tinggal. Sayangnya, prinsip dasar yang penting ini seringkali malah dilupakan dan dilanggar sendiri oleh sebagian masyarakat muslim. Karenanya, penulis menujukan tulisan ini bagi masyarakat muslim, termasuk praktisi dan akademisi muslim. Di dalam artikel ini penulis akan berusaha memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan dasar pemikiran dari larangan mendasarkan diri pada kepercayaan yang salah, dan dampak-dampak yang bisa jadi ditimbulkan dari diyakininya kepercayaan-kepercayaan yang tidak ada dasarnya di dalam agama itu oleh masyarakat muslim.

Read the rest of this entry »





New Book: Rumah Ramah Lingkungan

31 08 2009

COVER DEPAN RRL

 

 An Excerpt:

Kerusakan lingkungan hidup dan lingkungan sosial sesungguhnya telah nyata keberadaannya di tengah-tengah kita. Namun demikian, dari sekian banyak tanda yang terlihat oleh mata kepala kita, ternyata hanya sedikit yang bisa sampai ke mata hati kita. Tidak ada yang kita lakukan selain menunggu kerusakan itu menimpa diri sendiri dan keluarga, untuk kemudian kita sesali kedatangannya. Bahkan setelah bencana itu datang pun, tak jarang kita beralasan tak memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu, karena merasa bukan ‘siapa-siapa’ dan hanya ‘orang biasa’. Padahal, setiap manusia diberi kemampuan oleh Allah swt untuk menjadi pemimpin dan mengadakan perbaikan, bahkan di lingkungan terkecil sekalipun. Di dalam lingkungan terkecil itu, kita memiliki kemampuan untuk mengubah dan memperbaiki kerusakan yang ada, walaupun sedikit demi sedikit. Lingkungan terkecil itu berada sangat dekat dengan kita, dan kita hidup di dalamnya setiap hari. Lingkungan terkecil yang begitu dekat itu adalah rumah kita sendiri.

Read the rest of this entry »





Gambaran Surga dan Arsitektur Bumi

7 08 2009

masjid cordovaDi dalam dunia arsitektur penulis mendapati sebuah pandangan yang keliru ketika menempatkan gambaran tentang surga sebagai inspirasi fisik arsitektur yang ideal di muka bumi. Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika kita mengagumi keindahan rumah di surga yang digambarkan di dalam al-Qur’an dan terinspirasi olehnya. Namun, gambaran tentang keindahan surga di dalam al-Qur’an ini sesungguhnya bukanlah ditujukan agar manusia membangun tempat yang ‘serupa’ di muka bumi. Spahic Omer (2009a: 14), menjelaskan bahwa kenikmatan tiada tara di surga berada di luar jangkauan kognitif manusia di dunia. Kesamaan jenis kenikmatan pada keduanya tidak lebih dari kesamaan dalam nama atau penyebutan semata. Selain dikarenakan ketidakmungkinan untuk menyamai keindahan surga, gambaran akan keindahan rumah di surga sesungguhnya lebih ditujukan agar manusia berlomba-lomba berbuat amal kebaikan yang dapat mengantarkannya ke surga.

Read the rest of this entry »





Estetika Pinggiran (Quotation)

4 08 2009

Kemampuan mendesain sebenarnya dimiliki setiap orang. Pada masyarakat tradisional, kemampuan kolektiflah yang lebih dominan. Berbagai pengetahuan dan keterampilan membangun dimiliki secara merata oleh anggota komunitas. Keterampilan kesederhanaan sebagai nilai, hidup laras, kepasrahan yang kreatif, melawan keterbatasan. Lihatlah lorong dan ruang kampung, indah karena benar, ada kesungguhan dalam hal-hal sederhana.”

Eko Prawoto dalam Laras Edisi Gelar Karya 14 Arsitek Indonesia, Agustus 2009